By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Lora Ismail Al-Kholili Kritik “Mindset Viralitas” GenZI di MSG Masjid Al-Akbar
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Milenial > Lora Ismail Al-Kholili Kritik “Mindset Viralitas” GenZI di MSG Masjid Al-Akbar
Milenial

Lora Ismail Al-Kholili Kritik “Mindset Viralitas” GenZI di MSG Masjid Al-Akbar

08/09/2024 Milenial
SHARE

Surabaya, radar96.com/MAS – Lora Ismail Al-Kholili dari Pesantren Syaikhona Muhammad Kholil, Demangan, Bangkalan, Madura, menyampaikan kritik terhadap Generasi Z terkait “mindset viralitas” saat berbicara di hadapan ribuan peserta “Majelis Subuh GenZI” (MSG) di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS), Minggu.

“Generasi Z (GenZI/Generasi Z Islami) itu generasi unik, generasi stroberi, generasi yang menarik dari luar tapi lembek di dalam, karena memang mengalami krisis role model (teladan/panutan),” katanya dalam MSG ke-12 yang juga dihadiri Sekjen PP Dewan Masjid Indonesia (DMI) KH Rahmat Hidayat PhD dan Ketua BPP MAS DR KHM Sudjak MAg.

Menurut generasi keenam dari Pesantren Syaikhona Muhammad Kholil itu, Generasi Z mengalami krisis “role model” (teladan/panutan), karena memiliki “mindset viralitas” yang mengukur sukses dan eksistensi dari viral-tidaknya apa yang di-posting di media sosial (medsos/sosmed).

“Nggak eksis kalau nggak viral, jadi berharga, bermakna, atau berpengaruh-tidaknya seseorang itu diukur dari postingan yang viral. Itu (viralitas) merupakan pengaruh dari gadget/hanpdhone, nggak viral, nggak eksis, nggak bermakna atau nggak berharga kalau apa yang di-posting tidak viral, bahkan kalau ada postingan yang kurang viral, maka langsung di-delete,” katanya.

Padahal, kata lora milenial itu, mindset (cara berpikir) yang berpatokan viralitas itu memiliki dua dampak negatif yang bisa membuatnya gagal yakni budaya instan (dimanjakan teknologi) dan masalah kejiwaan (penyakit mental).

“Kalau kita dimanjakan oleh teknologi atau dipengaruhi gadget, maka kita akan menjadi ‘mager’ atau malas gerak, yang dampaknya membuat kita menjadi tidak sabaran atau mau menjalani proses. Nonton film pun ingin yang pendek, atau dipendekkan sendiri,” katanya.

Solusinya, adalah meneladani Nabi Muhammad untuk mau berproses, berjuang, berikhtiar, serta sabar. “Ikhtiar itu penting, karena Nabi mengatakan Allah itu tidak menuntut hasil, tapi melihat proses, karena hasil atau hidayah itu urusan Allah,” katanya.

Bahkan, Nabi sendiri juga bertumbuh dan berproses, Nabi tetap mau bersusah payah untuk hijrah, meski selang beberapa bulan sebelumnya sempat pergi ke tempat yang jauh di Arsy dengan buraq. “Kenapa Nabi mau hijrah, mau dengan ribet dan repot, karena Nabi mengajarkan kita untuk ikhtiar, effort, berproses dan selalu bersabar,” katanya.

Dampak kedua dari mindset viralitas, selain dampak instan, adalah penyakit kejiwaan/mental. “Dari sisi umur memang kelihatan muda, tapi mindset viralitas justru membuatnya mudah menderita penyakit kejiwaan, merasa paling apes/sial, merasa terzalimi, nggak mau menerima kekurangan, ingin sempurna, suka membanding-bandingkan,” katanya.

Solusinya, lora kelahiran 10 Juli 1995 itu pun mengajak untuk meneladani Nabi yang tidak hanya mau berproses, namun menerima apapun hasil yang ditakdirkan Allah, karena tidak ada takdir yang tidak baik dalam pandangan Allah, meski manusia sering tidak menyadari hikmah atau pelajaran dibalik takdir Allah itu. Kemuliaan itu tidak ada yang instan, kecuali “orang dalam”.

“Jangan menggantungkan harapan pada sesuatu yang sudah terjadi, Nabi mengajarkan kita menerima apa yang terjadi hendaknya dibiarkan terjadi, karena berharap kepada apa yang sudah terjadi adalah cara menyakiti diri sendiri dengan sengaja. Nabi mengajarkan kita mengembalikan hasil dan takdir (hasil yang sudah terjadi) kepada Allah. Kalau terlanjur punya penyakit kejiwaan, saran saya bawa saja ke psikolog, jangan ke ulama, karena nggak nyambung,” katanya.

Menjawab pertanyaan seorang peserta MSG tentang posting terkait pesantren yang negatif, Lora Ismail menyarankan santri untuk selektif dalam menbuat konten tentang pesantren, karena wargaNet tidak semuanya paham betul tentang pesantren. “Nggak semuanya layak diposting, tapi kalau ada posting bully dan kekerasan, jangan dibantah, tapi balas dengan posting sikap kasih sayang kyai/nyai kepada santri,” katanya. (*/mas)

Iklan.

You Might Also Like

Pesantren Bayt Al-Hikmah dan Al Yasmin Siapkan Kolaborasi Program Penguatan Kompetensi Digital Santri

Al-Yasmin dan AKSI Training & Consulting Gagas “Sekolah Keluarga Hebat”

Pesantren Progresif Bumi Sholawat dan Pesantren Digipreneur Al-Yasmin Surabaya Perkuat Sinergi Media Pesantren

Dukung BKPRMI Jatim, Pesantren Digipreneur Al Yasmin Bekali Remaja Masjid dengan Kemampuan Dakwah Digital

Kumpul di Al-Yasmin, 60 Remaja Masjid se-Jatim Dilatih Kuasai Digital

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Tim KKN UMK Desa Gempoldenok Tingkatkan Digitalisasi Produk Daur Ulang UMKM AXA
Next Article Mahasiswa KKN UMK Latih pembuatan QRIS dan Google Maps bagi UMKM Desa Sidomulyo-Demak

Advertisement


Iklan.

Berita Terbaru

OPOP Jatim Hadiri Silaturahmi dan Temu NU Sedunia, Dorong Penguatan Ekonomi Warga Nahdliyin
Nahdliyyin
PBNU “Roadshow” 4 Provinsi, Gaungkan Gerakan Nasional “Pesantren Ramah Anak”
Nahdliyyin
Luncurkan GISNU, LAZISNU PCNU Sidoarjo Targetkan Manfaat Lebih Luas dan Merata
Nahdliyyin
603 Siswa Ikuti Seleksi Beasiswa PWNU Jatim bersama 17 PTN/PTS/PTNU
Nahdliyyin

You Might also Like

Milenial

63 Siswa Ikuti Program “Talenta Digital Santri 2” di Pesantren Digipreneur “Al-Yasmin” Surabaya

24/04/2026
Milenial

Wisudawan Fresh Graduate Unusa Tembus RS di Arab Saudi

23/04/2026
Milenial

Siswa MTs Masjid Al-Akbar Raih Juara 1 Bahasa Arab pada Olimpiade KKG-MGMP Jatim

20/04/2026
Milenial

Halalbihalal, Majelis Alumni IPNU-IPPNU Titipkan GenZI jadi fokus binaan IPNU-IPPNU

10/04/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?