Demak, radar96.com – Mahasiswa KKN Universitas Muria Kudus (UMK) mengadakan sosialisasi bagi para guru SDN Boyolali Demak terkait dampak bullying dan cara penanganannya.
Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam kepada para guru agar dapat lebih efektif dalam menangani kasus bullying di lingkungan sekolah agar tidak menciptakan lingkungan sekolah yang tidak aman dan tidak mendukung, yang dapat mempengaruhi pengalaman belajar siswa secara keseluruhan karena lingkungan yang negatif dapat menghambat proses pembelajaran dan membatasi kesempatan untuk perkembangan akademik yang optimal.

Dalam upaya meningkatkan kesadaran mengenai isu bullying dan langkah-langkah preventif yang dapat diambil, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Muria Kudus (UMK) mengadakan sosialisasi yang ditujukan untuk guru dan siswa di Sekolah Dasar Negeri Boyolali, Kec. Gajah, Kab. Demak, 20 Agustus 2024.
Acara ini dihadiri oleh para guru dan siswa dari sekolah yang menjadi sasaran kegiatan tersebut dengan penyampaian oleh Mahasiswa KKN dari Universitas Muria Kudus dan bimbingan oleh dosen pembimbing Rani Setiawaty, S.Pd., M.Pd.
Para mahasiswa KKN menyampaikan materi melalui berbagai metode interaktif, termasuk presentasi, diskusi kelompok, dan simulasi kasus. Para peserta diberikan informasi tentang definisi bullying, bentuk-bentuknya, serta dampak jangka pendek dan panjang yang bisa dirasakan oleh korban.
“Kami melihat bahwa guru memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman bagi siswa. Dengan memahami dampak dan tanda-tanda bullying, guru dapat lebih cepat merespons dan memberikan dukungan kepada siswa yang menjadi korban,” ujar salah satu mahasiswa TIM KKN, Nihayatur Rohmah (Pendidikan Guru Sekolah Dasar).
Selama kegiatan, para guru diajak untuk memperhatikan tanda-tanda bullying di lingkungan sekolah dan dilatih dalam teknik-teknik intervensi yang dapat mereka terapkan. Sementara itu, siswa diberi pengetahuan mengenai bagaimana melaporkan tindakan bullying serta cara-cara untuk saling mendukung di antara teman-teman mereka.
Para guru juga diberi pemahaman tentang strategi pencegahan bullying, termasuk bagaimana menciptakan komunikasi yang baik dengan siswa dan mendorong terciptanya budaya sekolah yang inklusif dan saling menghargai. Selain itu, disampaikan pula pentingnya keterlibatan orang tua dalam upaya mencegah bullying di luar lingkungan sekolah.
Salah satu peserta Ny Sa’idatur Rohmah mengungkapkan bahwa sosialisasi ini sangat membantu para guru untuk lebih memahami peran mereka dalam mendeteksi dan menangani kasus bullying. “Sebagai guru, kami sering kali tidak menyadari bahwa ada bullying yang terjadi di sekitar kita. Dengan sosialisasi ini, kami lebih memahami tanda-tanda bullying serta langkah-langkah yang bisa diambil untuk menghentikannya,” ujarnya.
Sosialisasi ini diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab, yakni para guru berbagi pengalaman mereka dalam menangani kasus bullying di sekolah. Mereka juga diajak untuk berkolaborasi dengan mahasiswa dalam program-program edukasi lanjutan untuk memerangi bullying di tingkat sekolah dasar.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para guru dan siswa yang diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan harmonis. Mahasiswa KKN UMK berharap bahwa dengan adanya pengetahuan dan kesadaran yang lebih tinggi, tindakan bullying dapat diminimalkan dan kesehatan mental siswa dapat terjaga dengan lebih baik. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan para guru dapat lebih sigap dalam mencegah dan menangani kasus bullying, sehingga tercipta lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi semua siswa.
Adapun mahasiswa yang ikut serta dalam KKN desa Boyolali berasal dari berbagai program studi, diantaranya Manajemen, Ilmu Hukum, Teknik Informatika, Sistem Informasi, Akuntansi, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Guru Sekolah Dasar, dan Psikologi. (*/umk)

