Cirebon, radar96.com – Sebanyak 288 alumni SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah Bina Insan Mulia (Bima) resmi diwisuda dalam sebuah prosesi megah yang digelar di Saphire Ballroom, Aston Hotel & Convention Center, belum lama ini.
Acara tersebut turut disaksikan oleh sejumlah tokoh penting, antara lain utusan presiden bidang moderasi beragama Gus Miftah, anggota DPR RI dari Fraksi PKB Taufiq R Abdullah dan Ida Fauziyah, serta pejabat Baznas tingkat pusat, provinsi, dan daerah. Para wali santri juga hadir memberikan dukungan dan doa restu.
Dalam sambutannya, Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia, KH
Imam Jazuli, mengungkapkan kebanggaannya atas capaian luar biasa para alumni tahun ini. Sebanyak 154 alumni berhasil menembus berbagai kampus internasional di luar negeri melalui jalur beasiswa dan kerja sama lembaga (MoU).
Para santri tersebut diterima di kampus-kampus bergengsi di berbagai negara, yakni Maroko (19 orang), Tunisia (42 orang), Mesir (5 orang), Pakistan (4 orang), Jerman (25 orang), Prancis (3 orang), Rusia (1 orang), Australia (5 orang), Turki (26 orang), Jepang (3 orang), Taiwan (13 orang), China (7 orang), dan Malaysia (1 orang).
Kepada para wisudawan yang akan menimba ilmu di luar negeri, Kiai Imam Jazuli menyampaikan pesan inspiratif. “Kakak-kakak kalian tidak saja berhasil diterima di kampus-kampus bertaraf internasional di luar negeri itu, tetapi mereka juga membuktikan telah berprestasi di kampus-kampus tersebut, baik yang mengambil jurusan keislaman, sains, maupun teknologi,” ungkapnya.
Tak hanya di luar negeri, sebanyak 118 alumni Bina Insan Mulia juga diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) terkemuka dalam negeri seperti Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Padjadjaran (Unpad), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).
Selanjutnya, di Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Airlangga (Uair), dan UIN. Mereka lolos melalui berbagai jalur seleksi, yaitu: SNBP (11 orang), SNBT (47 orang), IUP (4 orang), SPAN PTKIN (4 orang), UM PTKIN (37 orang), jalur Mandiri PTN (22 orang), dan sisanya diterima di PTS melalui program beasiswa kaderisasi.
Kiai Imam Jazuli menegaskan, seluruh alumni Bina Insan Mulia memiliki peluang luas untuk melanjutkan pendidikan tinggi, sesuai dengan pilihan, kondisi, dan kebutuhannya. “Tidak ada alasan bagi alumni Bina Insan Mulia untuk tidak melanjutkan kuliah karena pesantren pekerja total untuk memberikan layanan ini,” ujarnya di hadapan para tamu dan hadirin.
Lebih jauh, beliau menegaskan bahwa pengiriman alumni ke berbagai kampus dalam dan luar negeri adalah bagian dari visi besar pesantren untuk mencetak 1.000 sarjana luar negeri dan 1.000 sarjana dalam negeri pada tahun 2028. Ini merupakan strategi untuk memperjuangkan orientasi dasar pendidikan di Bina Insan Mulia.
“Orientasi pendidikan Bina Insan Mulia bukan untuk mencetak manusia yang sukses untuk dirinya sendiri, tetapi untuk mencetak manusia yang mampu berkontribusi pada pembangunan negeri. Terlalu gampang untuk mencetak manusia yang sukses untuk dirinya. Bina Insan Mulia juga tidak mau mencetak alumni yang sholeh saja, sebab santri itu sudah tentu sholeh, tetapi alumni yang sholeh sekaligus memiliki masa depan yang cerah,” tegasnya.
Untuk mencapai cita-cita besar tersebut, lanjut dia, pendidikan tinggi menjadi langkah wajib yang harus ditempuh para alumni, baik di dalam maupun luar negeri. “Di lembaga lain, mungkin untuk melanjutkan studi ke luar negeri itu sulit dan peluangnya juga sedikit, tetapi di Bina Insan Mulia, semua anak berkesempatan dan pesantren pun memberikan layanan pengurusan secara total sehingga mudah,” jelasnya.
Kiai Imam Jazuli menambahkan, pesantren tidak muluk-muluk dalam mengklaim keberhasilan, namun bekerja keras dengan ikhtiar lahir dan batin demi mencetak kader-kader unggulan masa depan.
“Pesantren Bina Insan Mulia memang tidak bisa mencetak ulama besar, CEO korporasi, birokrat, pejabat publik, para profesional yang andal, tetapi kami bekerja keras melalui jalur darat dan jalur langit dengan puasa, doa, dan tirakat untuk menyiapkan kader-kader kami ke arah sana,” ungkapnya.
Dalam penutup pidatonya yang menggugah, Kiai Imjaz menyampaikan impian besarnya kepada para santri dan hadirin yang memenuhi ruangan.
“Saya bermimpi suatu saat dapat melihat berbagai posisi strategis bagi pembangunan Indonesia, seperti bupati, DPR RI, BUMN, kantor kementerian, korporasi besar, tokoh pendidikan, kalau perlu presiden sekalian, diduduki oleh kalian yang di hadapan saya malam ini,” ucap Kiai Imam Jazuli disambut riuh tepuk tangan dan doa tulus, “Amin” dari seluruh hadirin.***



