By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Gubernur Khofifah dorong Pemberdayaan Perempuan pada Hari Ibu
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > Gubernur Khofifah dorong Pemberdayaan Perempuan pada Hari Ibu
Sospol

Gubernur Khofifah dorong Pemberdayaan Perempuan pada Hari Ibu

22/12/2022 Sospol
Memperingati Hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember setiap tahunnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong pemberdayaan perempuan khususnya di empat sektor utama kehidupan yakni Ekonomi, Kepemimpinan, Akses Pendidikan dan Pencegahan Pernikahan Dini. (*/hmn)
SHARE

Surabaya, Radar96.com – Memperingati Hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember setiap tahunnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong pemberdayaan perempuan khususnya di empat sektor utama kehidupan yakni Ekonomi, Kepemimpinan, Akses Pendidikan dan Pencegahan Pernikahan Dini.

Menurutnya, empat sektor utama itu sesuai dengan tema Hari Ibu yaitu Perempuan Berdaya, Indonesia Maju. “Memperingati Hari Ibu, selain merayakan capaian dan jasa yang telah dilakukan seluruh ibu di Indonesia, kita juga harus fokus memberdayakan perempuan. Jika perempuan sudah berdaya, maka kemajuan Indonesia adalah sebuah keniscayaan,” ujarnya di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (22/12/2022).

Terkait kepemimpinan, menurut Khofifah ini penting mengingat masih minim jumlah wanita di tampuk kekuasaan. Berdasarkan data dari KPU pada 2019, keterwakilan perempuan di lembaga legislatif baru 20,8 persen. Selain itu, saat ini posisi menteri yang dijabat oleh perempuan hanya berjumlah lima dari total 34 menteri yang ada.

“Bahkan, cuma 6 persen CEO dan kursi direksi di Indonesia yang diisi oleh perempuan. Ini bisa didorong agar ke depan lebih meningkat lagi, karena sudah banyak penelitian yang membuktikan kalau kepemimpinan perempuan bisa membawa dampak positif pada instansi dan iklim kerja di lapangan,” terang Khofifah.

Dalam hal pendidikan, gubernur perempuan pertama Jatim itu menekankan bahwa masih ada anak bangsa yang kesulitan mengaksesnya, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah terpencil. “Alhamdulillah sekarang negara dan dunia sudah sepakat bahwa pendidikan itu hak setiap orang. Tapi suka tidak suka, budaya patriarkat masih cukup kuat,” tuturnya.

Memperingati Hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember setiap tahunnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong pemberdayaan perempuan khususnya di empat sektor utama kehidupan yakni Ekonomi, Kepemimpinan, Akses Pendidikan dan Pencegahan Pernikahan Dini. (*/hmn)

“Ini biasanya sangat terasa di daerah dan banyak keluarga lebih mengutamakan pendidikan untuk anak laki-laki. Maka intervensi pemerintah dalam hal ini harus sampai wilayah lebih luas agar kesetaraan perlakuan dan kesempatan lebih luas lagi” tambah Khofifah.

Untuk sektor ekonomi , mantan Menteri Sosial RI itu menyebut, kesenjangan antara laki-laki dan perempuan di sektor masih sangat terasa. Ketika terjadi ketimpangan ekonomi maka potensial terjadi diskriminasi dan sub ordinasi.

“Kultur pekerjaan juga seringkali mempersulit perempuan. Masih ada perusahaan yang tidak menerima perempuan yang sudah menikah. Alasannya klasik. Karena kalau perempuan sudah menikah, biasanya akan ada cuti hamil atau melahirkan yang harus diberikan. Belum lagi cuti untuk mengurus anak,” pungkasnya.

Untuk itu, Khofifah menyebutkan, harus ada kesadaran dari setiap pemimpin untuk memberikan hak – hak perempuan pada karyawan. Sehingga, hal-hal semacam ini tidak lagi menjadi pemicu kesenjangan ekonomi antara laki-laki dan perempuan.

Orang nomor satu Jatim itu menambahkan, ekonomi inklusif menjadi penting juga karena angka pernikahan dini di Jatim masih tinggi. Sebab, beberapa keluarga yang serba kekurangan cenderung ingin segera menikahkan anaknya untuk lepas dari tanggungjawab.

“Di Jatim, ada 17.585 pengajuan dispensasi pernikahan anak yang diterima oleh Pengadilan Tinggi Agama Jatim sepanjang 2021 lalu. Ini harus segera ditindaklanjuti dengan program aksi yang solutif. Terutama karena yang biasanya mendapat dampak paling berat adalah perempuan,” ucapnya.

Maka dari itu, Khofifah mengajak masyarakat ikut bersinergi menyelesaikan masalah yang ada serta ikut memberdayakan perempuan. Mengingat, peran perempuan dalam kemajuan Indonesia sangat strategis.

“Ibu-ibu dan para perempuan itu madrasatul ula, sekolah pertama untuk anak-anak. Maka perempuan Indonesia harus berdaya supaya bisa melahirkan generasi penerus yang berkualitas. Jadi mari sama-sama berterima kasih ke para ibu dengan cara menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk mereka,” pesannya. (*/hmn)

Iklan.

You Might Also Like

Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) Bekerjasama Dengan Yayasan SASNU: “Islam Nusantara Pilar Peradapan Indonesia”

Di UIN Khas Jember, Ketua LTN Bondowoso Tekankan Pentingnya Publikasi Ilmiah Berdampak

Masjid Al-Akbar Bagikan 810 Melon Hasil Panen kepada Jamaah

DPP LPKAN Kecam 5 Oknum BNPB yang Jadi Tersangka Korupsi oleh KPK di Tengah Bencana yang Menghancurkan

MUI Jatim Siap Gelar Ijtima’ Ulama di Mojokerto

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Gubernur Khofifah dukung proses dan data yang dibutuhkan KPK
Next Article Proyeksi Ganjar-Airlangga Mampu Menang dan Didukung Jokowi

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Polres Bondowoso Kunjungi SLB Rayakan HUT Humas Polri ke-75
Uncategorized
Hari Santri 2026, PWNU Jatim dan PCNU Surabaya Ziarah ke Makam Pencipta Lambang NU
Nahdliyyin
PWNU Jatim Meriahkan Hari Santri dengan “Liga HSN 2026” pada 27-31 Oktober
Nahdliyyin
Dua Tahun Prabowo : “Demokrasi Jangan Berhenti di Kotak Suara”
Kolom Opini

You Might also Like

Sospol

Ketua BPP Masjid Al-Akbar: Kunjungan ke China Ajarkan Pentingnya Sejarah/Museum

08/10/2026
Sospol

Aliansi BEM Situbondo Desak BK DPRD Buka Penanganan Kasus Dugaan Narkoba Oknum Legislator

07/10/2026
Sospol

Ribuan orang ikuti “nobar” Timnas Indonesia vs Thailand di Masjid Al-Akbar Surabaya

06/10/2026
Sospol

Kampus Harus Jadi Tempat Paling Aman dan Tepercaya bagi Mahasiswa

06/10/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?