By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Perekat Kebhinnekaan, Gubernur Khofifah Terima Gelar Adat Minahasa “Ina Ne Kawanua”
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > Perekat Kebhinnekaan, Gubernur Khofifah Terima Gelar Adat Minahasa “Ina Ne Kawanua”
Sospol

Perekat Kebhinnekaan, Gubernur Khofifah Terima Gelar Adat Minahasa “Ina Ne Kawanua”

01/08/2023 Sospol
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dianugerahi gelar adat Minahasa "Ina Ne Kawanua Jawa Timur" oleh Dewan Pengurus Kerukunan Keluarga Kawanua (K3) Jawa Timur. (*/hmn)
SHARE

Surabaya, Radar96.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dianugerahi gelar adat Minahasa “Ina Ne Kawanua Jawa Timur” oleh Dewan Pengurus Kerukunan Keluarga Kawanua (K3) Jawa Timur.
Gelar Ina Ne Kawanua Jawa Timur yang berarti “Ibu Masyarakat Minahasa Jawa Timur” itu diberikan atas kepedulian Gubernur Khofifah terhadap masyarakat dari berbagai latar budaya di Bumi Majapahit.

Penganugerahan gelar ini dipimpin oleh Laksda TNI (Purn.) Frans Wuwung selaku pemandu upacara adat Minahasa dalam Pengukuhan Dewan Pengurus K3 Jawa Timur Masa Bakti 2023-2028 di Surabaya, Minggu (30/7) malam.

Dalam prosesi penganugerahan itu, Gubernur Khofifah dijemput dengan tarian adat, diikuti pemasangan selempang adat Kawanua Jawa Timur oleh Egnie Sugijono Rumambi. Setelah itu ada serangkaian prosesi adat oleh Tua-Tua Adat Kawanua Jatim.

Usai prosesi adat, Gubernur Khofifah menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para Tua-Tua Adat Dewan Pengurus K3 Jatim. Menurutnya, eksistensi Keluarga Kawanua Jatim sangat penting sebagai salah satu pilar untuk menegakkan persaudaraan dan persatuan dalam kebhinnekaan.

“Prosesi majelis adat Minahasa Kawanua adalah prosesi merekatkan persaudaraan dan persatuan dengan tetap menjunjung tinggi keberagaman . Kami menyampaikan terimakasih bahwa gelar Ina Ne Kawanua ini sekaligus menjadi pengakuan bahwa kita saling barsaudara,” ungkapnya.

Khofifah bahkan mengaku optimis, gelar Ina Ne Kawanua Jatim ini akan menjadi penguat kontribusi Jawa Timur dalam mewujudkan persatuan Indonesia.

“InsyaAllah kita akan bersama dengan masyarakat Kawanua dimana saja, se Indonesia. Saya beberapa kali ke Alor, NTT dan dianugerahkan Mamak Alor. Saya ke Papua bahkan hampir semua wilayah Papua Tengah dan mendapat gelar Mamak Papua, dan sekarang Ina Ne Kawanua ini melengkapi bagaimana kita menjadi bagian dalam kehidupan bangsa diantara beragam adat dan budaya,” terangnya.

Ia pun menggarisbawahi peran besar kearifan lokal masyarakat Minahasa dalam membangun harmoni di Bumi Majapahit. Kawanua akan menjadi kekuatan yang membangun harmonious partnership antara adat budaya dan semua tradisi yang ada di Jatim.

“Ini merupakan sebuah ekspresi budaya, karena di Jatim ini proses akulturasi budayanya luar biasa,” imbuhnya.

Khofifah menambahkan, keberadaan suku Minahasa di Jatim dapat mewujudkan Indonesia sebagai Multicultural Nation State atau negara dengan kemajemukan budaya yang besar. Sehingga, Jatim bukan hanya memiliki lima keunikan budaya yaitu Mataraman, Madura, Arek, dan Osing Tengger dan Tapal Kuda, tetapi ada juga kelompok masyarakat lain yang diwadahi komunitas seperti K3.

“Kami menyambut baik kerukunan yang terkomunikasikan dengan pola pelestarian adat. Konvergensi dengan adat Minahasa dan Jatim sudah terbangun sangat baik. Mudah-mudahan persaudaraan ini menjadi penguatan sebagai warga bangsa yang menjunjung persatuan dan persaudaraan dalam koridor NKRI,” tegasnya.

Gubernur berpesan agar K3 Jatim terus menguatkan kontribusinya dalam menjaga kerukunan antar budaya di ujung timur pulau Jawa ini. Sehingga, keberagaman dan kebersamaan yang ada bisa menjadi kekuatan bersama.

“Kerukunan keluarga Kawanua akan menjadi penguat harmonious partnership . Kepada semua pengurus K3 Jatim, selamat melaksanakan tugas dengan baik, sehat, dan sukses,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua K3 Periode 2023 – 2028 Noufry Rondonuwu menyampaikan terima kasih atas perhatian Gubernur Khofifah, karena bisa hadir menyaksikan jalannya pengukuhan.

Ia berharap keberadaan Kerukunan Keluarga Kawanua Jawa Timur bisa menjadi wadah yang diandalkan oleh seluruh Keluarga Kawanua di Jatim, untuk bersosialisasi dan berkarya.

“Dengan semangat itu pula kami bisa melakukan lebih banyak lagi dalam membangun bangsa dan negara Indonesia. Harapannya, kami bisa memberi dampak bagi NKRI, utamanya menjadi pelopor dalam pemersatu bangsa dalam menjaga kedaulatan,” tandasnya. (*/hmn)

Iklan.

You Might Also Like

Bupati Bondowoso Hamid: ZISWAF Produktif Harus Jadi Kekuatan Baru Pesantren

Festival Jejak Purba Bondowoso di Museum Terbuka Megalitik Jadi Pusat Edukasi Warisan Budaya Bondowoso

OPOP Jatim dan Unair Perkuat Langkah Koppontren Menuju Koperasi Modern

Unusa Dipercaya sebagai Mitra Strategis dalam Konferensi Internasional Pengembangan Sektor Wisata Kesehatan

Masjid Al-Akbar Bagikan Ratusan Irisan/Kupasan Melon Hasil Panen kepada Jamaah

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Rektor Umaha Lepas 420 Mahasiswa KKN
Next Article Wapres Berharap Ada Kolaborasi Riset Universitas dengan Industri

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

CAWE-CAWE PEMERINTAH MEMBAYANGI MUKTAMAR NU
Opini
Bupati Bondowoso Hamid: ZISWAF Produktif Harus Jadi Kekuatan Baru Pesantren
Sospol
KHR Azaim Ibrahimy: Ketenangan Hati Dimulai dari Dzikir
Gus File
Festival Jejak Purba Bondowoso di Museum Terbuka Megalitik Jadi Pusat Edukasi Warisan Budaya Bondowoso
Sospol

You Might also Like

Sospol

HUT ke-19, Jam’iyatus Sholawat Baitul Jannah – Bondowoso Teguhkan Komitmen Berbagi untuk Anak Yatim

19/06/2026
Sospol

BariKade Gus Dur : Aspirasi Mahasiswa Harus Didengar, Persatuan Bangsa Harus Tetap Dijaga

19/06/2026
Sospol

Ketua Bawaslu Surabaya: Penataan Dapil Pemilu 2029 Harus Kawal Kesetaraan Nilai Suara

19/06/2026
Sospol

Diskominfo Bondowoso Pastikan Konektivitas Digital Pemerintahan Semakin Optimal

18/06/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?