By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Hari Santri, Pelukis Nabila Dewi Gayatri Gelar Pameran Tunggal Drawing ‘Owah Gingsir’
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Hari Santri, Pelukis Nabila Dewi Gayatri Gelar Pameran Tunggal Drawing ‘Owah Gingsir’
Nahdliyyin

Hari Santri, Pelukis Nabila Dewi Gayatri Gelar Pameran Tunggal Drawing ‘Owah Gingsir’

17/10/2023 Nahdliyyin
Pelukis Nabila Dewi Gayatri menggelar Pameran Tunggal 39 Lukisan drawing karyanya di Surabaya, 18-23 Oktober 2023, guna memperingati Hari Santri Nasional 2023. (*/rng)
SHARE

Surabaya, Radar96.com –
Pelukis Nabila Dewi Gayatri menggelar Pameran Tunggal 39 Lukisan drawing karyanya di Surabaya, 18-23 Oktober 2023, guna memperingati Hari Santri Nasional 2023.

Pameran yang akan berlangsung di Gedung DKS dan Galeri Merah Putih, Balai Pemuda Surabaya itu diberi judul ‘Owah Gingsir’ dan akan dibuka oleh Wakil Rois Syuriyah PWNU Jawa Timur, Prof. KH Ali Maschan Moesa pada Rabu (18/10), pukul 4 sore di Galeri yang terletak di Jalan Gubernur Suryo Surabaya itu.

Nabila menamai tema pamerannya ‘Owah Gingsir’ sebagai sebuah perenungan jiwa seni yang bergerak dari garis dan arsir menggambar zaman. Baginya, karya goresan yang dipamerkan ini adalah perenungan yang mendalam tentang situasi dan keadaan diri pribadi maupun lingkungan sekeliling, berupa endapan rasa, atau pun keintiman private tentang perjalanan dunia spiritual.

Dari permenungan itulah, lanjutnya, setiap berkarya dalam suasana hening saya, banyak menemu gambaran yang berlintas, tak berbatas dalam imaji. “Situasi ini kemudian saya olah sesuai dengan kebutuhan berkarya yang tidak bisa tergesa-gesa,” tegasnya.

Nabila lantas merangkainya satu persatu, mengalir dan beriak bersama nglangut hati yang sahaja, hingga lahirlah karya autokritik tentang keyakinan yang salah arah, ada juga bicara tentang socioculture dengan perubahan yang demikian cepatnya. Untuk merangkum semua itu. Dia memilih judul pameran drawing kali ini ‘Owah Gingsir’ yang kurang lebihnya berarti perubahan.

“Saya menyadari betapa dinamika perubahan zaman terjadi silih berganti mewarnai dunia, karenanya dari gambar-gambar, saya ingin memberi tanda, mencatat peristiwa-peristiwa lewat bahasa visual garis dan arsir,” tukasnya.

Goresan-goresan Ini, dia susun menjadi semacam kaleidoskop jangka zaman, Setidaknya begitulah peran seniman. Jika ada pujangga yang mencatat dan menulis lewat karya sastra, maka dia menganggap karya gambar bisa digunakan untuk kepentingan menandai zaman, meski dengan bahasa yang berbedam

“Akhirnya, torehan hitam putih ini semoga mampu mewakili perasaan saya dan juga khalayak sebagai ‘pepiling’, tentang penggambaran jangka zaman yang selalu ‘owah gingsir’, aamiin,” harapnya.

Kurator Pameran tunggal Nabila kali ini adalah Dr. Agung Tatto, Msn, sementara penulisnya, Hari Prajitno Msn. Dari 39 lukisan yang akan dioamerkan ada 32 lukisan berukuran A3 (29×42 cm), 4 lukisan berukuran 150×150 serta 3 lukisan drawing berukuran 110×150 (*/rng)

Iklan.

You Might Also Like

Ketua LWPNU Jatim Tekankan Pentingnya Kepastian Hukum dan Perlindungan Aset Wakaf NU

PBNU Kecam Serangan terhadap Warga Sipil di Timur Tengah

KH Zakariya Al Ansori Siap Pimpin PCNU Situbondo sebagai Amanah Pengabdian

Masyarakat Aceh Apresiasi PWNU-Lazisnu Jatim Bangun Kembali Tujuh Fasilitas Keagamaan

PW IKAPETE Jatim Apresiasi Putusan Dewan Pers, Minta Stop Penyebaran Fitnah Suap Muktamar ke-35 NU

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Di Forum ISPE, Khofifah Sampaikan Visi Jadikan Jatim “Leading Smart Industrial Province”
Next Article Jurnal Raih Indeksasi Scopus, Bukti Unusa Jaga Mutu Pendidikan

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Dua Tahun Prabowo : “Demokrasi Jangan Berhenti di Kotak Suara”
Kolom Opini
Ketua LWPNU Jatim Tekankan Pentingnya Kepastian Hukum dan Perlindungan Aset Wakaf NU
Nahdliyyin
PBNU Kecam Serangan terhadap Warga Sipil di Timur Tengah
Nahdliyyin
Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) Bekerjasama Dengan Yayasan SASNU: “Islam Nusantara Pilar Peradapan Indonesia”
Sospol

You Might also Like

Nahdliyyin

NU Butuh Roadmap Penguatan Ekonomi Komunitas Untuk Kemandirian Organisasi

13/10/2026
Nahdliyyin

PW Muslimat NU Jatim Raih Penghargaan Gubernur atas Program Imunisasi

13/10/2026
Nahdliyyin

Awali HSN 2026, PWNU-LAZISNU Jatim Serahkan Bantuan Tujuh Bangunan ke PWNU Aceh

12/10/2026
Nahdliyyin

PWNU Jatim: Santri Dibutuhkan untuk Padukan Teknologi dengan Moral/Akhlak

11/10/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?