Tulungagung, radar96.com – Badan Gizi Nasional (BGN) menargetkan pada tahun 2026 untuk peningkatan kualitas menu dapur MBG. Arahan tersebut disampaikan oleh Kepala BGN, Dadan Hindayana, saat diwawancara oleh CNN Indonesia. Ia menjelaskan bahwa tahun 2026 adalah tahun peningkatan kualitas program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Lebih lanjut ia menghimbau para yayasan atau mitra SPPG untuk memenuhi standar BGN agar menghasilkan menu yang berkualitas. Setiap SPPG wajib memiliki Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS), dan juga Sertifikat Halal.

Di Kabupaten Tulungagung ada dapur SPPG Khusus yang berada di Pesantren Al Azhaar Kedungwaru. Dapur MBG tersebut termasuk dapur MBG yang beroperasi pertama kali di Kabupaten Tulungagung, yaitu pada 6 Januari 2025. Berarti sudah satu tahun lebih.
Di saat BGN mendapatkan sorotan tajam dari berbagai pihak, baik terkait kasus keracunan, pengadaan sepeda motor atau penghamburan dana lainnya, dapur MBG Kedungwaru malah dijadikan contoh. Menunya dipilih oleh BGN selama tiga hari berurutan, yaitu Rabu (15/4), Kamis (16/4), dan Jumat (17/4/26). BGN memilih menu tersebut untuk dimuat di media Instagram BGN. Tentu hal tersebut sebagai contoh atau model.

Di temuan di Pesantren Al Azhaar Kedungwaru pada Jumat (17/4/2026), Ketua Dewan Pembina Yayasan Al Azhaar, KH Imam Mawardi Ridlwan, memohon doa restu agar para relawan yang berkhidmad selalu sehat, semangat, ikhlas dan konsisten berkarya terbaik.

“Yayasan telah menyerahkan sepenuhnya dapur SPPG pada Kepala SPPG bersama ahli gizi, akuntansi, dan para relawan. Mereka hanya diberi arahan, jangan ada praktik mengurangi dana yang menjadi hak anak. Jujur, ikhlas dan semangat saja modalnya,” tutur Abah Imam pada Jumat (17/4/26).
Lebih lanjut Abah Imam berharap semua yang berkhidmad di dapur SPPG Kedungwaru nyaman, dan santai dalam berkhidmat. “Jadikan dapur MBG sebagai wadah untuk beribadah. Menyiapkan asupan makanan untuk anak didik pasti berpahala seperti pahala para guru. Mereka harus semangat dan ikhlas,” tutup Abah Imam.



