Oleh: Yusuf Amrozi*
Profesor Dr. John L. Esposito ditakdirkan di muka bumi sebagai salah satu pakar terkemuka dalam studi Islam, sekaligus pendukung sepanjang hayat bagi terciptanya pemahaman lintas agama, serta dialog antarperadaban. Selama lebih dari lima puluh tahun, ia dedikasikan hidupnya untuk memperluas wawasan yang lebih mendalam tentang apa itu Islam dan komunitas Muslim.
Sebagai murid dari Ismail Raji Al Faruqi, Esposito menorehkan pengaruh besar melalui karya ilmiah yang cukup monumental, kepemimpinan akademik, dan komitmennya terhadap tradisi intelektual. Upayanya tersebut berhasil merevolusi sudut pandang tentang studi Islam di Barat serta menginspirasi para pemikir berikutnya, para pembuat kebijakan, serta pemimpin agama di berbagai belahan dunia.
Dalam kapasitasnya sebagai direktur Pusat Pemahaman Islam dan Kristen di Georgetown University, editor Oxford Encyclopedia of the Islamic World (2003), serta menulis sejumlah karya penting, Esposito konsisten menantang stereotip yang keliru dan mendorong lahirnya dialog yang berbasis pengetahuan. Karya-karyanya menjadi jembatan penghubung antar komunitas agama dan budaya, terutama pada masa tatkala ada rasa waswas dan kebuntuan dialog antar budaya dan peradaban tersebut.
John Louis Esposito lahir di Brooklyn, New York, pada bulan Mei 1940. Ia menyelesaikan gelar doktornya di Temple University di bawah bimbingan cendekiawan muslim terkemuka, Prof. Dr. Ismail Raji al-Faruqi (1921–1986), yang sangat memengaruhi arah pemikiran dan minat akademiknya. Sebelum menetap di Georgetown University, Esposito menghabiskan hampir dua dekade mengajar studi agama di College of the Holy Cross.
Dalam karirnya ia pernah bertugas sebagai University Professor of Religion, International Affairs, and Islamic Studies di Georgetown. Tahun 1993, ia menginisiasi Center for Muslim-Christian Understanding. Esposito sangat produktif menulis dan meneliti isu-isu Islam kontemporer, politik dunia Islam, dan hubungan Muslim-Barat. Pandangan bahkan keberpihakannya terhadap Islam banyak ia tuangkan dalam karya-karyanya seperti Islam: The Straight Path, The Oxford Dictionary of Islam, serta Who Speaks for Islam? yang menjadi rujukan global di berbagai perguruan tinggi dunia.
Buku Islam: The Straight Path (Islam: Jalan yang Lurus) yang terbit tahun 1988 menjadi salah satu pengantar studi Islam paling populer di dunia. Esposito menguraikan bagaimana sejarah awal mula Islam, keyakinan, praktik keagamaan, hingga kebangkitan kembali gerakan Islam di era modern. Buku ini juga memberikan gambaran yang komprehensif dan adil mengenai pemahaman ajaran Islam kepada pembaca lintas iman.
Buku yang lain adalah The Islamic Threat: Myth or Reality? (Ancaman Islam: Mitos atau Realitas?). Buku yang terbit tahun 1992 ini secara khusus membongkar narasi ketakutan (Islamofobia) di dunia Barat pasca-Perang Dingin. Esposito menganalisis secara mendalam apakah gerakan politik Islam benar-benar ancaman bagi Barat?, ataukah sekadar persepsi keliru yang dibentuk oleh bias media dan politik. Ia memaparkan bahwa kebangkitan Islam (Islamic revivalism) merupakan realitas politik dan sosial yang parameter pembentuknya cukup complicated (banyak faktor).
Pada bukunya yang ia beri judul Unholy War: Terror in the Name of Islam yang terbit tahun 2002 atau ditulis tidak lama setelah tragedi 9/11, buku ini meluruskan kesalahpahaman publik tentang konsep jihad dalam Islam. Ia menjelaskan bahwa aksi kekerasan dan terorisme dilakukan oleh kelompok ekstremis minoritas, yang menyalahgunakan doktrin Islam untuk tujuan politik atau pemahaman agama mereka sendiri.
Pada bukunya Who Speaks for Islam? What a Billion Muslims Really Think, yang diterbitkan pada 2007, buku yang ia tulis bersama Dalia Mogahed memuat hasil lembaga survei Gallup terhadap opini publik di dunia Muslim. Buku ini mematahkan pandangan stereotip dengan menyajikan data langsung mengenai bagaimana mayoritas umat Muslim dunia memandang demokrasi, terorisme, kehidupan perempuan, maupun hubungan mereka dengan dunia Barat, yang berbeda dengan pandangan Islamofobia pada umumnya.
Sementara buku Islam and Politics yang terbit pada 1984 ini mengkaji dinamika politik di negara-negara mayoritas Muslim. John L. Esposito menjelaskan bagaimana agama dan negara berinteraksi di berbagai wilayah di dunia Islam, serta menganalisis akar historis dan sosio-ideologis munculnya gerakan Islamisme di era modern. Buku ini menjadi referensi penting bagi para peneliti sebagai entry point untuk mendalami kajian-kajian Islam dan dinamika politik dan sosial di berbagai kawasan.
Akhirnya, ia juga menulis The Future of Islam (terbit tahun 2010). Buku ini menyoroti tantangan yang dihadapi dunia Islam di masa depan, mulai dari isu demokratisasi, radikalisme, hingga tantangan pluralisme dalam hubungan dunia Muslim dengan dunia Barat. Selain itu ia juga ikut menulis Islamophobia: The Challenge of Pluralism in the 21st Century (2011), Islam and Democracy after the Arab Spring (2015), serta Shariah: What Everyone Needs to Know (2018)yang mengkaji penjelasan populer tentang syariah dalam konteks modern.
Dari petualangan panjang atas dedikasi akademiknya tersebut, dapat disimpulkan bahwa ia berhasil menjadi jembatan intelektual antara dunia Islam dan Barat. Boleh dibilang ia pembela wajah moderat islam di tengah Islamophobia. Karenanya ia banyak menerima penghargaan global atas kontribusinya dalam memperkuat toleransi beragama dan dialog global. Profesor John L. Esposito wafat pada usia 86 tahun, pada 15 Juli 2026, akibat komplikasi pasca operasi jantung. Ia meninggal di Washington, D.C., tempat ia lama mengajar di Georgetown University. Selamat jalan Prof…! Semoga Tuhan membalas budi baikmu.
* Dr. Yusuf Amrozi adalah staf pengajar UIN Sunan Ampel Surabaya



