Bondowoso, radar96.com – Kepala MTsN 4 Bondowoso, Erna Pramantika, M.Pd., akhirnya angkat bicara menanggapi beredarnya video viral yang memperlihatkan sisa makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan memunculkan dugaan bahwa makanan tersebut sengaja dibuang oleh siswa.
Menurut Erna, video yang beredar tidak menampilkan rangkaian peristiwa secara utuh sehingga memunculkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat. Ia menegaskan, MTsN 4 Bondowoso tidak pernah menolak pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, bahkan menjadi salah satu sekolah yang merasakan manfaat langsung dari program tersebut.
“Kami sangat menyayangkan adanya video yang memberikan framing negatif terhadap sekolah. Seolah-olah kami menolak Program Makan Bergizi Gratis, padahal kenyataannya tidak seperti itu,” katanya, Selasa (21/7/2026).
Erna menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada Senin (20/7/2026) ketika distribusi makanan MBG mengalami keterlambatan. Keterlambatan dipicu karena akses menuju sekolah ditutup akibat kunjungan Wakil Menteri di Desa Lombokulon, Kecamatan Wonosari.
Selain itu, halaman sekolah saat itu digunakan sebagai lokasi parkir kendaraan tamu sehingga kondisi lalu lintas di sekitar sekolah menjadi padat.
Sebelum makanan tiba, pihak penyedia MBG telah menyampaikan informasi melalui WhatsApp bahwa distribusi mengalami keterlambatan karena kendaraan tidak dapat melintasi jalur menuju sekolah.
Karena waktu istirahat sudah berlangsung, sebagian siswa akhirnya membeli makanan di koperasi sekolah agar tetap dapat makan siang.
Akibatnya, ketika paket MBG datang, sebagian siswa sudah terlebih dahulu makan sehingga tidak seluruh makanan dapat dihabiskan.
“Ketika MBG datang, kemungkinan sebagian anak-anak sudah kenyang sehingga makanan yang dikonsumsi hanya sebagian dan tidak sampai habis,” ujar Erna.
Ia menegaskan, sisa makanan tersebut tidak dibuang secara sembarangan. Pihak sekolah mengumpulkannya, kemudian memberikannya kepada beberapa guru yang memelihara ayam untuk dimanfaatkan sebagai pakan.
“Kami tegaskan, kalau disebut murid-murid kami sengaja membuang MBG, itu tidak benar,” tegasnya.
Erna juga mengungkapkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis memiliki arti penting bagi peserta didik di MTsN 4 Bondowoso.
Bahkan, pada upacara bendera hari Senin masih ada siswa yang pingsan karena belum sempat sarapan sebelum berangkat ke sekolah.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa program pemerintah tersebut benar-benar membantu memenuhi kebutuhan gizi siswa, terutama mereka yang berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas.
Karena itu, pihak sekolah berharap masyarakat tidak langsung mempercayai informasi yang beredar di media sosial tanpa mengetahui kronologi secara menyeluruh.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dan berharap program tersebut terus berlanjut demi mendukung kesehatan serta kualitas belajar peserta didik. (*/Rif)



