By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Kasus Keracunan MBG di Jatim, Perindo Minta BGN Evaluasi Total Tata Kelola dan Skema Distribusi
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Uncategorized > Kasus Keracunan MBG di Jatim, Perindo Minta BGN Evaluasi Total Tata Kelola dan Skema Distribusi
Uncategorized

Kasus Keracunan MBG di Jatim, Perindo Minta BGN Evaluasi Total Tata Kelola dan Skema Distribusi

03/09/2026 Uncategorized
Zazuli Ketua DPW Perindo Jatim
SHARE

Surabaya – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Perindo Jawa Timur mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Desakan ini menyusul maraknya insiden keracunan makanan yang menimpa sejumlah siswa di Jawa Timur belakangan ini.

Ketua DPW Partai Perindo Jawa Timur, Ahmad Zazuli, menilai program berskala nasional tersebut akan kehilangan tujuannya jika tidak dibarengi tata kelola yang profesional dan akuntabel di lapangan. Menurutnya, insiden keracunan yang terjadi di Jawa Timur harus menjadi alarm keras bagi BGN dalam mengontrol rantai pasok dan kualitas makanan.

“Program gizi ini bentuknya akan menjadi pukulan telak jika tata kelola dan profesionalismenya buruk. Keberhasilan MBG sangat bergantung pada tata kelola serta kebersihan di lapangan. Kasus keracunan ini harus membuat BGN mengevaluasi total sistem pengawasan dan kontrol kualitas sebelum makanan disajikan ke anak-anak,” kata Ahmad Zazuli di Surabaya.

Selain evaluasi pengawasan, Perindo Jatim menyarankan BGN untuk meninjau ulang urgensi penerapan skema makanan siap saji dari katering terpusat, khususnya di wilayah Pulau Jawa. Berbeda dengan daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), wilayah Jawa dinilai memiliki rantai pasok dan akses pasar pangan yang relatif melimpah.

Atas dasar itu, Ahmad Zazuli mengusulkan agar skema MBG di Jawa dievaluasi dan dipertimbangkan untuk diganti menjadi bantuan uang tunai gizi yang disalurkan langsung kepada ibu dari keluarga kurang mampu.

“Untuk wilayah Jawa, MBG tidak perlu dipaksakan dalam bentuk makanan siap saji yang dikirim dari jauh. Sebaiknya disalurkan dalam bentuk uang tunai gizi kepada orang tua atau ibu miskin. Seorang ibu dari keluarga kurang mampu itu terbukti mampu mengelola keuangan dapur dengan sangat baik. Kalau diserahkan ke ibu, mereka pasti memilih bahan yang segar dan mengolahnya secara higienis untuk anaknya sendiri,” tegasnya.

Namun, jika pemerintah tetap ingin menjalankan skema makanan di sekolah, Perindo Jatim menyarankan agar BGN memanfaatkan dan memberdayakan kantin sekolah yang sudah ada, ketimbang mengandalkan vendor katering luar yang rantai distribusinya panjang dan rawan basi.

“Daripada memakai katering luar yang rawan terlambat dan makanan basi di jalan, lebih baik memberdayakan ekosistem kantin sekolah dan pelaku UMKM lokal di sekitar sekolah. Pengelola kantin sekolah jauh lebih paham karakter dan kebutuhan siswa, serta jarak sajinya langsung. Tugas pemerintah tinggal mengedukasi, mendampingi, dan mengawasi standar kebersihan serta kecukupan gizinya,” pungkas Zazuli.

Iklan.

You Might Also Like

Toko Sembako di Bondowoso Layani Transaksi Keuangan bagi Warga Tapen

195 Mahasiswa IAI Shofa Marwa Jember Bawa Tradisi Pesantren ke Kampus

Dzurriyah Hasan Gipo: Kiai Miftah-Gus Kikin jadi Paket Ideal Awali Abad Kedua NU

FKDT Bondowoso Gelar Maulid Nabi dan Apresiasi Pemenang Porsadin VII 2026

Majelis Alumni IPNU Madiun Minta Meninggalnya Serda Ahmad Muzammul Diusut Transparan

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Estafet, Bukan Reset: Menjaga Keberlanjutan Aset dan Program NU di Setiap Pergantian Kepengurusan
Next Article Survei ARCI: Perindo 1,1 Persen di Jatim, Zazuli: Kepercayaan Ini Modal Perjuangkan Kesejahteraan

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

PWNU Jatim Meriahkan Hari Santri dengan “Liga HSN 2026” pada 27-31 Oktober
Nahdliyyin
Dua Tahun Prabowo : “Demokrasi Jangan Berhenti di Kotak Suara”
Kolom Opini
Ketua LWPNU Jatim Tekankan Pentingnya Kepastian Hukum dan Perlindungan Aset Wakaf NU
Nahdliyyin
PBNU Kecam Serangan terhadap Warga Sipil di Timur Tengah
Nahdliyyin

You Might also Like

Uncategorized

PW IPPNU Jawa Timur Perkuat Sinergi dengan Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur

10/09/2026
Uncategorized

TK At-Taqwa Bondowoso Peringati Maulid Nabi dengan Festival Ancak Ceria

10/09/2026
Uncategorized

Estafet, Bukan Reset: Menjaga Keberlanjutan Aset dan Program NU di Setiap Pergantian Kepengurusan

03/09/2026
Uncategorized

Melalui Nawa Pradana Baznas Jatim Buka Kolaborasi dengan LAZISNU

31/08/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?