Probolinggo (Radar96.com/NUO) – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf berkunjung ke kediaman Pengasuh Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, KH M Zuhri Zaini, Kamis (19/5/2022).
Didampingi Sekjen PBNU Saifullah Yusuf dan Ketua PBNU Amin Said Husni, Gus Yahya juga melakukan silaturahim ke kiai-kiai di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah, Sukorejo, Asembagus, Situbondo, Jawa Timur pada Rabu (18/6/2022).
Sebelum ke Paiton, Gus Yahya telah menggelar pertemuan dengan seluruh pengurus PCNU Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan dan PCNU Bangil di kantor PCNU Kabupaten Pasuruan.
Selain itu, pada sore harinya, Gus Yahya juga sowan ke Pesantren Zainul Hasan Genggong untuk bersilaturahmi dengan KH Moh Hasan Mutawakkil Alallah serta ramah tamah dengan seluruh pengurus PCNU Kota Probolinggo, Kabupaten Probolinggo dan PCNU Kraksan.
Mengawali kedatangan di Paiton, Gus Yahya mengaku dirinya mengenang dulu pernah di pesantren ini, meski singkat hanya dua minggu. “Saat itu, pada tahun 1987, saya sempat dikirim untuk mengikuti pelatihan manajemen pesantren yang digelar di Pesantren Nurul Jadid,” kata Gus Yahya di hadapan KH Zuhri Zaini.
Dalam kesempatan ini, Gus Yahya juga menceritakan adanya beberapa pesantren, meskipun tradisional, namun digunakan untuk jangkar hubungan international.
“Pesantren Nurul Jadid ini bagian dari pilar tradisional Gus Dur untuk urusan international. Ada beberapa pesantren yang sering digunakan diantaranya Paiton dan Pati,” kata Gus Yahya.
Menurut Gus Yahya, jaringan international yang dibangun Gus Dur itulah yang kini bisa dinikmati NU. Peran dan sumbangsih Gus Dur terus dilanjutkan hingga tak lagi menjabat presiden.
“Gus Dur itu membangun jaringan international hingga tahun 2008, baru dilanjutkan Paklek Mus (KH Mustofa Bisri) dan mulai 2011 saya ikut dan keterusan sampai sekarang,” kata Gus Yahya.
Dalam kesempatan ini, Gus Yahya juga menceritakan pada KH Zuhri Zaini tentang agenda 100 tahun NU yang akan menggelar Muktamar Internasional Fiqih Peradaban. Dalam muktamar ini, salah satunya akan menggelar berbagai halaqoh yang akan dilakukan di pesantren Nurul Jadid Paiton.
“Menuju 100 tahun mau melakukan serial halaqoh intensif tentang fiqih peradaban mulai Juli mendatang,” kata Gus Yahya.
Sementara itu KH Zuhri Zaini mengatakan Nurul Jadid sering digunakan sebagai lokasi agenda-agenda PBNU. Saat Gus Dur masih hidup juga sangat sering mampir ke Nurul Jadid.
“Banyak agenda PBNU. Saya bersyukur bisa didatangi Ketua Umum PBNU, dulu Gus Dur sering main ke sini,” kata KH Zuhri.
Sejarah panjang NU
Saat melakukan silaturahim ke kiai-kiai di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah, Sukorejo, Asembagus, Situbondo, Jawa Timur (18/6/2022), Gus Yahya mengawali kunjungan dengan berziarah ke Makam KHR Asad Syamsul Arifin; KHR Syamsul Arifin, dan KHR Fawaid Asad.
Di pesantren Sukorejo, kedatangan Gus Yahya langsung disambut KHR Ahmad Azaim Ibrahimy serta sejumlah ulama pengasuh pesantren Sukorejo. Usai ziarah, Gus Yahya dan rombongan lantas mengikuti salat Dzuhur Berjamaah dan silaturaim ke kediaman Kiai Azaim.
Dalam kesempatan tersebut, cucu Kiai As’ad Syamsul Arifin itu menyampaikan bahwa kedatangan Gus Yahya merupakan momen yang ia rindukan. “Momentum kedatangan Ketua Umum PBNU semacam inilah yang kami rindukan. Di tempat ini ada banyak sejarah panjang Nahdlatul Ulama,” kata KH Azaim ketika menyambut Gus Yahya.
Kiai Azaim lantas menceritakan momentum KHR Asad Syamsul Arifin meneriman mandat tongkat dan tasbih dari Syaikhona Kholil Bangkalan sebelum NU didirikan. Kiai Asad pula yang dipercaya oleh Hadratussyekh Hasyim Asyari untuk mengonsultasikan tentang NU dan lambangnya.
Sementara itu, Gus Yahya mengatakan bahwa kedatangannya ke sejumlah kiai dan pesantren kali ini untuk mendapatkan keberkahan dari para pendiri NU, salah satunya di Situbondo.
“Kita mewakili mandat yang berat dari para muassis jam’iyyah (pendiri organisasi) ini. Barokah kebaikan hadir dalam jam’iyyah ini. Khusus dari KH Syamsul Arifin, apa yang kita lakukan semoga mendapatkan kemudahan dan keberkahan,” kata Gus Yahya.
Usai silaturahmi di kediaman KH Azaim, Gus Yahya lantas melanjutkan sowan ke kediaman Wakil Rais Aam PBNU KH Afifuddin Muhajir yang rumahnya tidak jauh dari Pesantren Sukorejo. Silaturahmi Gus Yahya kemudian dilanjutkan ke kediaman KHR Muhammad Kholil Asad (Ra Kholil) yang ada di pesantren Wali Songo Situbondo.
“Kegiatan kumpul para kiai seperti ini penting. Jadi bisa saling bersilaturahmi saling tukar pemikiran. Saya bangga Ketum PBNU menghidupkan budaya keliling ke kiai-kiai. Mbah KH Wahab Hasbullah dan KH Abdurrahman Wahid yang juga suka keliling ke pesantren dan kiai-kiai,” kata Ra Kholil.
Sumber:
*) https://www.nu.or.id/nasional/kunjungi-nurul-jadid-dan-genggong-gus-yahya-ungkap-jaringan-internasional-gus-dur-hingga-muktamar-fiqih-peradaban-gN42U
*) https://www.nu.or.id/nasional/gus-yahya-sowan-ke-kiai-kiai-pesantren-sukorejo-situbondo-c0xs8

