By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Luncurkan PESAT untuk Saring Hoaks Jelang Tahun Politik
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Kontrahoax > Luncurkan PESAT untuk Saring Hoaks Jelang Tahun Politik
Kontrahoax

Luncurkan PESAT untuk Saring Hoaks Jelang Tahun Politik

30/04/2023 Kontrahoax
SHARE

Surabaya, Radar96.com. Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) menginisiasi dan mendeklarasikan Paguyuban Ekosistem Informasi Sehat (PESAT) Provinsi Jawa Timur di Surabaya, Sabtu (29/04/22). PESAT Jawa Timur terdiri atas beragam anggota lintas organisasi dan profesi untuk menangkal hoaks dan ujaran kebencian menjelang Pemilu 2024. Peluncuran PESAT dilakukan secara luring dihadiri 30 organisasi kelompok masyarakat sipil dan akademisi. Deklarasi ditandai dengan tandatangan di atas kain putih.

Peluncuran PESAT Jawa Timur dibuka dengan seminar bertema “Perkuat Kolaborasi Literasi Digital untuk Menjaga Ekosistem Informasi Sehat di Jawa Timur.” Seminar berlangsung hibrida, secara luring di Hotel Harris dan daring. Seminar menghadirkan pembicara Dr Frida Kusumastuti, M.Si (Mafindo Wilayah Malang), menyampaikan materi “Tantangan dalam Penyebaran Gangguan Informasi melalui Kecerdasan Buatan”, Dr Arief Rahman, ST, MM (AMSI Jatim, Komite Komunikasi Digital Jatim) berjudul “Moderasi Konten Media Sosial dalam Demokrasi” dan Cahya Suryani, MA (Mafindo Wilayah Mojokerto) berjudul “Semua Bisa Kena Hoaks.”

Arief Rahman menjelaskan, menjelang tahun politik, mulai berkelindan hoaks yang diproduksi setiap hari. Belajar dari Pemilu 2014 dan 2019, katanya, hoaks menyebabkan polarisasi. “Hoaks diproduksi secara cepat, tapi periksa fakta butuh waktu lama bahkan berhari-hari,” katanya.

Apalagi kini, sebanyak 220 juta individu terkoneksi dengan internet sehingga distribusi informasi semakin cepat dan luas. Terjadi banjir informasi, diikuti dengan hoaks dan informasi palsu atau tidak sesui fakta. “Jika gagal kelola informasi akan menyebabkan_social distrust_ atau ketidakpercayaan sosial,” ujarnya.

Sehingga dibutuhkan kolaborasi dan bergotong-royong untuk menangkal hoaks seperti yang dilakukan PESAT Jatim. Bersama lintas organisasi dan profesi melakukan usaha menangkal hoaks dan pendidikan literasi digital. “Informasi ibarat air dan udara masuk ke tubuh. Jika air kotor akan menjadi racun dalam tubuh,” ujar Arief.

Sementara, Cahya Suryani menjelaskan motif penyebaran hoaks dipengaruhi politik dan ideologi. Pada tahun politik 2018-2019, hoaks politik menempati urutan hoaks tertinggi. Pada 2020, hoaks politik tetap tertinggi sebesar 40,8 persen. “Pada 2022, hoaks politik tertinggi disusul kesehatan,” ujarnya.

Faktor risiko hoaks menjelang 2024, kata Cahya, akan terjadi polarisasi, upaya delegitimasi Pemilu, politik identitas dan SARA. Lantaran konten moderasi digital belum optimal, Humas tidak responsif, hoaks di grup privat sulit dideteksi dan hoaks video yang sulit di-debunk.

Sehingga dibutuhkan prebunking, yakni usaha mencegah sebelum hoaks berkelindan di media sosial. Sehingga dalam Pemilu 2024 dibutuhkan berkolaborasi lintas komunitas untuk menciptakan informasi yang sehat. “Prebunking semacam vaksin untuk mencegah hoaks,” katanya.

Sementara Frida Kusumastuti menjelaskan penyalahgunaan Artificial Intelligence(AI) mulai mewabah. Seperti gambar atau mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ditangkap polisi. Ternyata, foto tersebut diolah dengan AI. Sedangkan majalah Die Aktuelle di Jerman, menurunkan wawancara dengan Michael Schumacher pasca koma.

“Ternyata wawancara fiktif menggunakan AI, sampai Pemimpin Redaksi majalah dipecat,” kata Frida. Frida menyebutkan contoh AI yang digunakan untuk manipulasi dan mengaburkan fakta. Untuk itu, kata Frida, dibutuhkan literasi digital seperti PESAT untuk menjadi moderasi informasi digital.

Koordinator PESAT Wilayah Jawa Timur Yohanes Adven Sarbani berharap masyarakat Jawa Timur turut bergabung dan berpartisipasi dalam kegiatan informatif dan edukatif terkait literasi dan periksa fakta yang diselenggarakan MAFINDO. Setiap individu, katanya, dapat terpapar hoaks dan memungkinkan turut menyebarkan hoaks.

“Tingkat literasi digital masyarakat Indonesia yang rendah menjadi salah satu penyebab penyebaran hoaks mudah meluas dan menjangkau lebih luas dan cepat,”katanya. Indeks Literasi Digital 2022 Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menempatkan Provinsi Jawa Timur berada dalam 10 Provinsi dengan Literasi Digital tertinggi, dengan skor 3,38.

Hasil survei Indeks Literasi Digital mengindikasikan Jawa Timur berpeluang menggerakan organisasi pemberantas hoaks. Selain itu, juga mempermudah mewujudkannya menjadi wilayah yang minim penyebaran informasi hoaks. Selain PESAT Jawa Timur, MAFINDO menginisiasi PESAT di wilayah Kalimantan Barat, disusul Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur.

Program Manager Media MAFINDO, Dewi Sari menyampaikan Kota Surabaya merupakan kota strategis. Lantaran, sejak 1945 berapi-api mendukung pembaruan. “MAFINDO berharap PESAT tak hanya hadir di enam kota, tapi bisa di seluruh provinsi untuk menjaga eksosistem informasi sehat,” kata Dewi

Iklan.

You Might Also Like

PBNU Bantah Tudingan Terima Aliran Dana dari Perusahaan Tambang di Raja Ampat

Kemenag: Tidak Ada Larangan Gunakan Pengeras Suara di Masjid

Koalisi CekFakta.com Periksa 56 Hoaks

Gus Yahya: Transformasi Digital kurangi relevansi Ideologi

Forum “Tembang” Suarakan Demokrasi Damai di Ruang Digital Jelang Pilpres 2024

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Pemenjaraan Bukan Akhir Segalanya
Next Article NU Jatim Apresiasi Penangkapan Andi Pangerang terkait ‘Halalkan Darah Muhammadiyah’

Advertisement



Berita Terbaru

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar NU ke-35
Kolom
Sowan Rektor, Pesantren Digipreneur Al Yasmin Perkuat Kolaborasi dengan UPN “Veteran” Jawa Timur
Sospol
Siap Diajak Diskusi, ISNU Jatim: Penutupan Prodi Kependidikan Tidak Boleh Tergesa-gesa
Nahdliyyin
Hari Puisi Nasional, Unusa Luncurkan Buku Puisi Karya Dosen dan Hadirkan Sejumlah Tokoh Sastra
Sospol

You Might also Like

Kontrahoax

Idul Adha Ikut Pemerintah Arab Saudi atau Lokal?

18/06/2023
Kontrahoax

PBNU: Kepengurusan Definitif PCNU Kota Surabaya 2023-2024 Sah dan sesuai Peraturan

29/04/2023
Kontrahoax

“Kesalehan Digital” dan cara selamat di dunia digital

09/04/2023
Kontrahoax

LKNU/Lesbumi NU sikapi Viral Pengobatan Tradisional ala Ida Dayak

07/04/2023
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?