By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Minat guru Jatim belajar TIK tertinggi di Indonesia
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > Minat guru Jatim belajar TIK tertinggi di Indonesia
Sospol

Minat guru Jatim belajar TIK tertinggi di Indonesia

30/04/2021 Sospol
Grafik peserta Pembelajaran Berbasis TIK (PembaTIK) Tahun 2021. (*/hmn)
SHARE

Surabaya (Radar96.com) – Tahun 2021, guru-guru di Jawa Timur kembali menunjukkan minat yang sangat tinggi untuk meningkatkan kemampuan dalam menerapkan pembelajaran berbasis TIK, karena terbukti peserta Program Pembelajaran berbasis TIK 2021 terbanyak secara nasional dari Jatim.

“Alhamdulillah, guru-guru di Jatim kembali menunjukkan semangatnya untuk terus belajar walaupun dalam suasana pandemi Covid-19, terbukti tahun 2021 ini guru-guru di Jatim menjadi peserta terbanyak dalam pelatihan pembelajaran berbasis TIK yang diselenggarakan oleh Kemdikbud,” kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Jumat (30/4).

Menurut Gubernur Khofifah, hal ini akan memberikan kontribusi signifikan bagi kualitas Pendidikan di Jawa Timur, bahkan akan memberikan sumbangsih nyata bagi peningkatan kualitas Pendidikan di Indonesia, khususnya selama masa Pandemi Covid-19.

Salah satu hikmah yang dapat dirasakan dunia pendidikan sejak terjadinya Pandemi Covid-19 di Tanah Air adalah makin tingginya pelaksanaan digitalisasi sistem pendidikan melalui pembelajaran jarak jauh, baik secara online maupun offline.

Pada awal pelaksanaan pembelajaran jarak jauh, yang populer dengan istilah belajar dari rumah (learning from home) ketika pandemi Covid-19 mulai melanda Indonesia, terlihat banyak sekolah yang belum siap termasuk para guru untuk menyelenggarakan proses belajar mengajar secara online.

Hal ini disebabkan bukan semata-mata karena keterbatasan sarana dan prasarana teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang tersedia tetapi juga oleh terbatasnya kemampuan para guru dalam pembelajaran berbasis TIK.

Kondisi ini menuntut para guru untuk segera melakukan langkah-langkah percepatan dalam mengatasi kesenjangan digital (digital gap) tersebut, salah satunya melalui pelatihan yang terstruktur, sistematis dan bersertifikasi resmi.

Dalam rangka itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (Kemdikbud) melalui salah satu unit kerjanya yakni Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) menyelenggarakan sebuah pelatihan yang komprehensif, yakni Pelatihan Pembelajaran Berbasis TIK yang diikuti oleh guru-guru seluruh Indonesia dari berbagai jenjang sekolah.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memberikan apresiasi kepada para guru di Jawa Timur karena terus bersemangat untuk meningkatkan kompetensinya selama masa Pandemi Covid-19 ini.

“Digitalisai Pendidikan adalah sebuah keniscayaan, mengingat kedepan dunia pendidikan di Indonesia tidak akan terpisahkan dari pemanfaatan teknologi dan informasi untuk dapat bersaing dengan negara-negara lain di dunia,” kata Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur itu.

Selanjutnya, Khofifah menjelaskan bahwa Pembelajaran berbasis TIK merupakan program Peningkatan Kompetensi TIK guru yang mengacu pada kerangka kerja peningkatan kompetensi TIK Guru UNESCO. Standar kompetensi TIK ini terdiri dari 4 level, yaitu level literasi, implementasi, kreasi, dan berbagi (4i leveling)

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wahid Wahyudi mengatakan bahwa pada Program Pelatihan Pembelajaran berbasis TIK Tahun 2021 tercatat peserta dari Jawa Timur sebanyak 14.309 orang guru, tertinggi di Indonesia, disusul Jawa Barat dengan 12.024 peserta dan DKI Jakarta dengan 9.510 peserta.

“Hal ini menandakan bahwa guru-guru di Jatim memiliki minat yang sangat tinggi untuk meningkatkan kompetensinya dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran. Karena betapapun nanti masa Pandemi Covid-19 ini telah berakhir, pembelajaran berbasis digital akan terus mewarnai proses belajar-mengajar di Indonesia,” katanya.

Dalam pengantarnya pada Pelatihan Pembelajaran berbasis TIK tahun 2021, Plt. Kepala Pusdatin Kemdikbud, M. Hasan Habibie menyatakan, bahwa Program Pembelajaran berbasis TIK 2021 ini bukan sekedar pelatihan biasa, tetapi akan dilanjutkan dengan tahapan berbagi dan berkolaborasi, untuk mengimbaskan kemampuan para guru peserta Pembelajaran Berbasis TIK kepada guru-guru lain di seluruh Tanah Air.

“Dengan demikian diharapkan, para guru peserta Pembelajaran berbasis TIK akan menjadi inspirator bagi guru-guru lain dalam memanfaatkan TIK untuk inovasi pendidikan, yang pada akhirnya akan menjadi pemicu peningkatan mutu dan daya saing para guru serta akselerasi kualitas Pendidikan di Indonesia,” katanya. (*/hmn)

Iklan.

You Might Also Like

PDUF MUI Jatim Gelar Doa untuk Negeri, Kobarkan Optimisme Menuju Indonesia Emas

Umaha dan YPM Gaungkan Revolusi Hijau Nusantara Melalui Karnaval Akbar 1 Muharram

Tahun Baru Islam 2026, Gubernur Khofifah Resmikan “FishTech” di Masjid Al-Akbar

Ciptakan Ekosistem Ilmiah, MUI Kota Probolinggo Buat Program Terobosan Kolaborasi dengan Unuja Terbitkan Jurnal Ilmiah Bereputasi

Gus Lilur Desak Dirjen Bea Cukai Dicopot

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Gubernur Jatim terima Penghargaan Pembina K3 Terbaik Nasional peringkat pertama
Next Article Misi Dagang Jatim di Kepulauan Riau hasilkan transaksi Rp 306,5 Miliar

Advertisement


Iklan.

Berita Terbaru

Dibalik angka 6 + 10 = 17 di Ranah Geopolitik
Kolom
Saat Lantik OSIM di MDW Putri Pesantren Sukorejo, Wabup Situbondo Ulfiyah Ajak Santri Percaya Diri dan Terus Berkembang
Milenial
PWNU Jatim Siap Sukseskan Munas-Konbes NU di Ploso, Kediri
Nahdliyyin
PDUF MUI Jatim Gelar Doa untuk Negeri, Kobarkan Optimisme Menuju Indonesia Emas
Sospol

You Might also Like

Sospol

Kajian Senja Al-Yasmin, Gus Mujab Kupas Empat Level Manusia (Muslim, Mukmin, Arif, Ulul Albab)

12/06/2026
Sospol

Pengelola Masjid Islamic Center Pemprov Kaltim Lakukan “Studi Banding” ke Masjid Al-Akbar

10/06/2026
Sospol

Dalam Research Week, Dosen FISIP UNAIR Ingatkan Bahaya Kekuasaan Algoritma

09/06/2026
Sospol

Debat “AI untuk Pendidikan” Meriahkan Dies Natalis ke-7 STAI Al-Akbar Surabaya

08/06/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?