LPNU Jaktim ditunjuk jadi LPH untuk sertifikasi produk halal

Ketua LPNU Jaktim A. Khoerussalim Ikhs. setelah bersama Tim LPNU Jaktim melakukan audiensi dengan BPJPH (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal) selaku mitra kerja Kemenag RI di Jakarta, Minggu (2/5/2021). (*/aki)
Bagikan yuk..!

Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Jakarta Timur ditunjuk Kemenag untuk menjadi Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) untuk memperoleh sertifikasi produk halal bagi masyarakat pelaku usaha di Jakarta.

“InSya-Allah, LPNU Jaktim akan ditunjuk sebagai LPH,” kata Ketua LPNU Jaktim A. Khoerussalim Ikhs. setelah Tim LPNU Jaktim melakukan audiensi dengan BPJPH (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal) selaku mitra kerja Kemenag RI di Jakarta, Minggu (2/5/2021).

A. Khoerussalim Ikhs. yang juga Komisaris Utama ‘Nusa Mart’ itu menjelaskan Tim LPH LPNU Jaktim selanjutnya akan menyiapkan legal standing dan proses verifikasi. Tim auditor halal diharapkan juga akan segera terbentuk.

“Mohon doa restunya untuk terus semangat menciptakan LPNU yang melayani masyarakat dalam hal memperoleh sertifikat halal dari BPJPH. Dulu, sertifikasi halal itu melalui MUI, tapi sekarang dari BPJPH,” katanya.

Ia menambahkan LPNU Jaktim juga baru saja menyelesaikan Program Pelatihan Digital Marketing selama satu bulan penuh hingga berakhir pada Minggu, 2 Mei 2021.

Acara itu ditutup dengan Buka Bersama bersama para pengurus LPNU di kantor LPNU Jaktim Jl.Raya Pondok Gede No.23 Pinangranti Makasar Jakarta Timur.

“Selanjutnya, peserta akan mengikuti program menjadi relawan Pengembangan Ekonomi Umat selama dua tahun dengan project-project bisnis yang sudah disiapkan oleh LPNU Jaktim,” katanya.

Mereka akan terus diasah dengan melakukan proses pendampingan bisnis sehingga dalam dua tahun diharapkan mereka sudah bisa mandiri menjadi pengusaha muda nahdliyin dan kader-kader ekonomi LPNU Jaktim.

“Insya Allah Pelatihan Digital Marketing Batch 2 akan segera dibuka lagi setelah libur lebaran. Karena LPNU Jaktim menargetkan tahun ini bisa mencetak kader-kader pengembang ekonomi umat nahdliyin minimal 100 anak muda milenial,” katanya.

Mereka-lah yang bisa menjadi motor penggerak ekonomi dibawah kendali program-program LPNU Jakarta Timur. (*/aki)

Komentar Facebook

BeritaTerkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *