Malang, Radar96.com. Universitas Islam Malang (Unisma) kini semakin mendapatkan banyak kepercayaan masyarakat. Apalagi setelah meraih peringkat 50 besar dari 4000 lebih PTN/PTS se-Indonesia. Kini kepercayaan itu semakin bertambah.
Namun perguruan tinggi di kawasan Dinoyo itu tak melupakan asal-usulnya, yaitu Nahdlatul Ulama dan pondok pesantren.

“Ramadlan sekarang ini kami punya 16 kali agenda silaturahmi ke pondok-pondok pesantren,” kata Dr Ir H Badat Muwahit, MP, Wakil Rektor 3 Unisma pada Selasa (12/04/22) di ruang kerjanya.
Badat inilah salah satu wakil rektor yang selalu mendampingi Rektor Unisma Prof Dr H Maskuri Bakri, MSi dalam setiap kunjungannya.
Silaturahmi Ramadlan tersebut biasanya berisi kuliah umum Prof Maskuri di hadapan para guru dan santri untuk memberikan wawasan kepada mereka.
Seperti halnya yang dilakukan di Pondok Pesantren Mambaus Sholihin-2 Sumber, Sanankulon, Blitar pada Rabu yang lalu.
Acara dilaksanakan di
Musholla Agung Pondok Putra Mambaus Sholihin-2 setelah shalat tarawih.
Hadir kala itu Rektor dan Wakil Rektor 3 Unisma serta beberapa orang anggota rombongan.
Mereka disambut oleh pengasuh pesantren
Dr Kiai M Zainul Fajri, MAg dan Ketua Yayasan Mambaus Sholihin Blitar Kiai M Al Amin, SPd, MM, serta seluruh jajaran dewan asatidz dan pengurus pondok pesantren beserta para santri.
Pada sesi akhir kunjungan, Unisma dan Pondok Pesantren Mambaus Sholihin-2 Blitar bersepakat untuk melakukan kerja sama peningkatan SDM kelembagaan, khususnya di unit perguruan tinggi STAIMA yang insyaallah akan berdiri.
“Intinya kami terbuka untuk melakukan kerja sama dengan pondok-pondok pesantren, karena pada dasarnya kami juga berasal dari latar belakang yang sama,” tutur Badat.

