By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: ISNU harapkan Jatim jadi “Central Halal Nasional”
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > ISNU harapkan Jatim jadi “Central Halal Nasional”
Nahdliyyin

ISNU harapkan Jatim jadi “Central Halal Nasional”

28/03/2024 Nahdliyyin
Ketua ISNU Jatim Prof Mas’ud Said dalam Tabuh Maghrib di PWNU Jatim, Surabaya, Rabu petang. (*/ISNU)
SHARE

Surabaya, radar96.com – Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur mengharapkan Provinsi Jatim menjadi “Central Halal Nasional” di tahun 2027, karena potensi produk halal di wilayah setempat yang besar.

Ketua ISNU Jatim Prof Mas’ud Said dalam Tabuh Maghrib di PWNU Jatim, Surabaya, Rabu petang. (*/ISNU)

Ketua ISNU Jatim Prof Mas’ud Said mengungkapkan Jatim memiliki 6.864 pesantren dengan jumlah santri jutaan.

“Selain itu Indonesia memiliki 9,7 juta UMKM. Bahkan Indonesia sudah memiliki UU Industri Halal,” katanya dalam Tabuh Maghrib di PWNU Jatim, Surabaya, Rabu petang.

Prof Mas’ud menandaskan Khofifah Indar Parawansa selama menjadi Gubernur Jatim 2019-2024 telah mengembangkan potensi produk di kalangan pesantren.

“Beliau membuat program ‘One Product One Pesantren’ atau OPOP yang diikuti 1.200-an dari 6.864 pesantren di Jatim, dengan menghasilkan 2.500 jenis produk. Santri itu butuh produk halal, jadi potensi industri halal itu besar,” ujarnya.

Menurutnya, kehalalan itu keharusan berdasarkan siklus halal di Indonesia yang potensinya begitu besar, mulai dari produsen, konsumen, dan mediator atau pedagang.

“Bagi bangsa Indonesia yang berpenduduk Muslim terbesar, kehalalan adalah keharusan. Mau keluar negeri pun selalu mencari makanan halal, perbankan pun syariah, jadi halal itu ceruk yang besar,” ucap guru besar yang juga Direktur Pascasarjana Universitas Islam Malang (Unisma) itu.

Karena itu, ISNU Jatim berkomitmen menjadikan Indonesia dengan sentralnya di Jatim sebagai pusat industri halal dunia tahun 2027.

“Saat ini lembaga pendamping halal yang dibentuk ISNU Jatim sudah ribuan lembaga. Potensi Jatim itu didukung 76 perguruan tinggi Islam, 2.272 koperasi syariah, 1.595 koperasi pesantren, 28 Rumah Sakit Nahdlatul Ulama, 30 Rumah Sakit Muhammadiyah, 50 universitas Islam yang dimiliki Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama. Potensi laboratorium halal di Jatim juga besar,” ucap Prof Mas’ud.

Dalam kegiatan itu, PWNU Jatim pun mengharapkan ISNU dapat menjadi garda terdepan dalam pengembangan industri halal di Jawa Timur.

“Sebanyak 3.500 pendamping Proses Produk Halal (PPH) yang dimiliki ISNU itu mampu untuk mengawal pengembangan industri halal di Jawa Timur,” kata Wakil Sekretaris PWNU Jatim, Ahmad Hakim Jayli. (*/fpnu)

Iklan.

You Might Also Like

Cangkrukan Ekonomi Pancasila, PWNU Jatim Tegaskan Keberpihakan NU terhadap Perjuangan UMKM

Prof Asrorun Ni’am Ditunjuk Pimpin Karteker PWNU Jambi, Pengamat: Figur Pemimpin Muda untuk Abad Kedua NU

NU Care-LAZISNU Jatim Buka Beasiswa Santri Tahfidz 2026

Jelang Muktamar ke-35 NU, Usulan Pelembagaan AHWA Menguat untuk Supremasi Keulamaan

MONETISASI MUKTAMAR: HADIYYAH, GRATIFIKASI, DAN RISYWAH

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Ulama Mesir: Maksimalkan Ibadah di Separuh Terakhir Ramadhan
Next Article IPNU-IPPNU Rumuskan Hari Pelajar Nasional

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

KHA Muzakky Alhafidz: Tanda Cinta Allah adalah Ujian
Sospol
Soroti Pergeseran Aspirasi Warga Bondowoso, DPRD: Program Pemberdayaan Kini Lebih Dibutuhkan
Sospol
Ketua DMI Jatim: Menag Apresiasi Program UKIM
Sospol
MODEL PEMILIHAN BERJENJANG KETUA UMUM PBNU BERBASIS INTEGRITAS JAM’IYYAH, SYURA, DAN AHLIYAH
Kolom

You Might also Like

Nahdliyyin

Panitia Lokal Muktamar Ke-35 NU Gunakan istilah “Tower” Permudah koordinasi pelayanan tamu

01/08/2026
Nahdliyyin

Gus Kikin: Qanun Asasi Jadi Warisan Terbesar Hadratussyaikh KHM Hasyim Asy’ari

31/07/2026
Nahdliyyin

Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim Pimpin “Dzikir Sambut Muktamar NU Ke-35” oleh LDNU

26/07/2026
Nahdliyyin

Pelantikan PW IPPNU Jatim 2026-2029, Khofifah: IPPNU jadi Kader Adaptif tapi Tetap Berkarakter

26/07/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?