By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: PWNU Jatim Minta Kader Penggerak Media Digital IPPNU Jaga “Image” NU
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > PWNU Jatim Minta Kader Penggerak Media Digital IPPNU Jaga “Image” NU
Nahdliyyin

PWNU Jatim Minta Kader Penggerak Media Digital IPPNU Jaga “Image” NU

06/07/2025 Nahdliyyin
SHARE

Surabaya, radar96.com – Ketua PWNU Jatim KH Abdul Hakim Mahfudz atau Kiai Kikin meminta kader Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) se-Jatim yang menjadi penggerak media digital untuk menjaga “image” (citra) NU melalui upaya meluruskan informasi yang salah tentang NU.

“Media itu penting untuk dipelajari betul, karena ada opini yang salah, tapi karena digulirkan terus sehingga dianggap benar. Nah, kita dari NU punya kewajiban meluruskan,” katanya dalam pengarahan pada ‘Hangout Media’ PW IPPNU Jatim di Surabaya, Sabtu malam.

Dalam acara yang berlangsung di Pesantren Digipreneur Al-Yasmin Surabaya pada 5-6 Juli 2025 itu, pengasuh Pesantren Tebuireng, Jombang itu mengharapkan 69 peserta dari IPPNU se-Jatim itu menjadi kader penggerak NU yang menyuarakan kebenaran di era digital.

“Kita nggak bisa bersaing dengan mereka yang membangun opini negatif, tapi kita perlu menyuarakan kebenaran. Kita memang punya kewajiban yang berbeda, kita punya kewajiban meluruskan. Tugas kita mengisi opini yang sesuai dengan peradaban, budaya, dan Aswaja ,” katanya.

Di hadapan pengasuh Pesantren Digipreneur Al-Yasmin H Helmy M Noor yang juga Ketua PW LTN NU Jatim dan Ketua PW IPPNU Jatim Aisyah N Afifah M., ia menjelaskan tugas kader-kader Aswaja itu sama yakni menegakkan misi Islam Rahmatan lil Alamin.

“Kalau di era digital ini, Islam Rahmatan Lil Alamin adalah bagaimana NU mengisi opini yang positif, bagaimana kita membangun opini agar hal-hal yang negatif itu kita luruskan. Bukan soal kalah atau menang, tapi ukuran kita adalah kontribusi dalam meluruskan opini,” katanya.

Apalagi, kata Kiai Kikin, NU sejak awal berdiri juga sudah mempunyai media yakni Soeara NO pada tahun 1929. “Saat itu, media NU itu sangat efektif dan dominan, banyak ‘didengar’ (dibaca) masyarakat. Sekarang malah sudah global, NU harus punya kontribusi meluruskan hal yang nggak benar. Kader-kader media harus menjaga image NU,” katanya.

Ia mencontohkan Nabi Ibrahim sewaktu dibakar Raja Namrud, ternyata ada semut yang kecil yang juga memiliki kontribusi memadamkan. “Jadi, meski kecil ya tetap harus punya peran, bukan soal apa yang dilakukan atau apa hasilnya, tapi apa kontribusi NU yang sudah 102 tahun, apalagi jamaah NU itu sudah 57 persen dari penduduk,” katanya.

Sementara itu, pengasuh Pesantren Digipreneur Al-Yasmin yang juga Ketua PW LTN NU Jatim H Helmy M Noor mengatakan peserta ‘Hangout Media’ merupakan kader penggerak dakwah digital di lingkungan IPPNU dari 44 PC IPPNU di kabupaten/kota.

“Mereka bukan hanya pegiat medsos, bukan hanya konten kreator, bukan hanya mengedit video, tapi juga paham di bidang jurnalistik, yang tujuannya bukan hanya follower/pengikut tapi penggerak, yang menggerakkan jurnalistik kebenaran dan dakwah digital. Kiai Kikin sendiri berharap LTN menjadi penggerak dakwah digital sesuai zamannya,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Ketua PW IPPNU Jatim Aisyah N Afifah M. juga meluncurkan buku karya PW IPPNU Jatim yang berjudul “Digital with Dignity (Etika Digital Tanpa Batas, Tanpa Bias)” yang juga diserahkan kepada Ketua PWNU Jatim KH Abdul Hakim Mahfudz (Kiai Kikin) dan jajaran pengurus NU lainnya, termasuk penulis buku “Kesalehan Digital”.

Dalam sambutannya, Ketua PW IPPNU Jawa Timur, Aisyah Nur Afifah Maulidyah, menekankan pentingnya merefleksi kembali cita-cita besar Nahdlatul Ulama dan IPPNU, sebagaimana yang kerap disampaikan Ketua Umum PBNU maupun Ketua Umum PP IPPNU.

Menurutnya, tantangan ke depan semakin kompleks, terlebih dengan hadirnya bonus demografi pada 2025 yang harus disikapi dengan kesiapan kader.

“Sebelum kita bicara jauh soal bonus demografi, mari kita siapkan kader-kader potensial yang dibutuhkan di Abad 21. IPPNU harus hadir sebagai wadah yang mendorong penguatan 4C: Creativity, Critical Thinking, Communication, dan Collaboration,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa Hangout Media bukan sekadar pelatihan teknis, namun juga ruang belajar berpikir kritis, berjejaring, dan menyusun narasi strategis yang akan menjadi bekal dakwah digital di daerah masing-masing.

“Kolaborasi dengan LTNNU Jatim dan Pesantren Digipreneur Al-Yasmin ini menjadi bukti bahwa IPPNU tak lagi hanya menjadi talent di depan kamera, tapi kini menjadi penggerak, penulis naskah, penyusun strategi, bahkan penyuarakan isu-isu penting perempuan dalam perspektif Nahdliyin,” tambah Aisyah. (*/fpnu)

Iklan.

You Might Also Like

Cangkrukan Ekonomi Pancasila, PWNU Jatim Tegaskan Keberpihakan NU terhadap Perjuangan UMKM

Prof Asrorun Ni’am Ditunjuk Pimpin Karteker PWNU Jambi, Pengamat: Figur Pemimpin Muda untuk Abad Kedua NU

NU Care-LAZISNU Jatim Buka Beasiswa Santri Tahfidz 2026

Jelang Muktamar ke-35 NU, Usulan Pelembagaan AHWA Menguat untuk Supremasi Keulamaan

MONETISASI MUKTAMAR: HADIYYAH, GRATIFIKASI, DAN RISYWAH

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Dilantik, Kepengurusan PCNU Surabaya 2024-2029
Next Article Kemenag, Kemenko Polhukam, dan PBNU bahas penguatan program Moderasi Beragama

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Membangun Ekonomi Mandiri untuk Organisasi dan Warga NU
Uncategorized
Cangkrukan Ekonomi Pancasila, PWNU Jatim Tegaskan Keberpihakan NU terhadap Perjuangan UMKM
Nahdliyyin
KAJIAN TENTANG AHLUL HALLI WAL AQDI BERDASAR AD ART NU
Kolom
NU harus perkuat anti korupsi untuk lindungi ulama, jamaah dan jam’iyah
Kolom

You Might also Like

Nahdliyyin

Panitia Lokal Muktamar Ke-35 NU Gunakan istilah “Tower” Permudah koordinasi pelayanan tamu

01/08/2026
Nahdliyyin

Gus Kikin: Qanun Asasi Jadi Warisan Terbesar Hadratussyaikh KHM Hasyim Asy’ari

31/07/2026
Nahdliyyin

Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim Pimpin “Dzikir Sambut Muktamar NU Ke-35” oleh LDNU

26/07/2026
Nahdliyyin

Pelantikan PW IPPNU Jatim 2026-2029, Khofifah: IPPNU jadi Kader Adaptif tapi Tetap Berkarakter

26/07/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?