Bondowoso, radar96.com — Pakaian adat dari berbagai penjuru Nusantara memenuhi suasana Pawai Budaya TK Alifya Bondowoso. Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati HUT ke-82 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Harjabo ke-207, dengan mengangkat tema “Bhinneka Tunggal Ika.”
Bukan sekadar parade kostum, kegiatan ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengenal kekayaan budaya Indonesia sekaligus belajar tentang arti persatuan sejak berada di bangku pendidikan usia dini.
Para peserta didik tampil mengenakan pakaian adat dan berbagai atribut budaya daerah. Dengan penuh antusias, mereka mengikuti rangkaian pawai bersama teman-teman dan menunjukkan keberagaman dalam suasana yang penuh kegembiraan.
Setiap pakaian yang dikenakan membawa identitas budaya yang berbeda. Namun, seluruhnya berjalan dalam satu kegiatan yang sama. Gambaran sederhana tersebut menjadi cara TK Alifya mengenalkan kepada anak bahwa perbedaan tidak harus menjadi pembatas dalam kehidupan bersama.
Kepala TK Alifya Bondowoso, Nur Hasanah, S.Pd., mengatakan kegiatan tersebut memiliki nilai edukatif dalam pembentukan karakter anak.
“Sejak usia dini, anak-anak perlu dikenalkan bahwa perbedaan adalah kekayaan bangsa yang harus dijaga bersama. Meski berbeda, kita tetap dapat bermain, belajar, dan hidup berdampingan dengan penuh persaudaraan,” ujarnya.
Menurutnya, pengenalan keberagaman melalui kegiatan yang menyenangkan dapat membantu anak memahami nilai toleransi dengan cara yang lebih dekat dengan kehidupan mereka.
Pawai tersebut juga mendapat antusiasme dari orang tua dan masyarakat. Kehadiran mereka turut memberikan dukungan kepada anak-anak yang tampil dengan berbagai kostum budaya Nusantara.
Selain memperkenalkan budaya, kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana untuk membangun keberanian dan kepercayaan diri peserta didik. Anak-anak diberikan ruang untuk tampil di hadapan masyarakat sembari belajar mengenal identitas budaya bangsanya.
TK Alifya Bondowoso berharap nilai yang dibawa dalam pawai tersebut tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Semangat saling menghargai, berteman tanpa membeda-bedakan, serta mencintai kebudayaan Indonesia diharapkan terus tumbuh dalam keseharian anak-anak.
Sebab, persatuan tidak selalu dimulai dari ruang-ruang besar. Ia dapat ditanamkan dari lingkungan sekolah, dari cara seorang anak memandang temannya, dan dari kesadaran bahwa setiap perbedaan memiliki tempat dalam satu Indonesia.
Dari langkah kecil anak-anak TK Alifya, pesan kebangsaan itu kembali ditegaskan:
Berbeda pakaian adat, tetap satu barisan.
Berbeda budaya, tetap satu keluarga.
Berbeda suku dan daerah, tetap Indonesia. Bhinneka Tunggal Ika. (*/Rif)



