By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Rayakan Harlah ke-11, KMNU UNAIR Dorong Revitalisasi Aswaja An-Nahdliyah
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Milenial > Rayakan Harlah ke-11, KMNU UNAIR Dorong Revitalisasi Aswaja An-Nahdliyah
Milenial

Rayakan Harlah ke-11, KMNU UNAIR Dorong Revitalisasi Aswaja An-Nahdliyah

13/09/2026 Milenial
SHARE

Surabaya, radar96.com – Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama Universitas Airlangga (KMNU UNAIR) merayakan Hari Lahir (Harlah) ke-11 dengan menjadikan Daurah X Harlah KMNU UNAIR 2026 sebagai momentum untuk revitalisasi nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah di lingkungan perguruan tinggi, terutama di tengah perubahan karakter generasi mahasiswa.

Kegiatan yang mengusung tema “Membangkitkan Gairah Ke-NU-an” atau Ghirah Nahdliyah tersebut berlangsung di Ruang Utama Masjid Ulul Albab, Kampus A Universitas Airlangga, Surabaya, Sabtu (12/9/2026) malam.

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan PCNU Surabaya, ISNU Airlangga, PMII, serta sejumlah unsur lain, termasuk salah satu pendiri KMNU UNAIR, Bustomi, S.Hub.Int., M.IP.

Selain menjadi bagian dari rangkaian Harlah KMNU UNAIR, kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi dan refleksi mengenai tantangan kaderisasi serta penguatan Aswaja An-Nahdliyah di lingkungan kampus.

Pemateri dalam kegiatan tersebut adalah Dr. M. Atoillah Isfandiari, dr., M.Kes., yang akrab disapa Dokter Atok. Ia juga menjabat sebagai Wakil Dekan II Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UNAIR.

Dokter Atok menilai terdapat persoalan yang perlu mendapat perhatian dalam hubungan antara generasi dosen dan mahasiswa. Sebagian besar mahasiswa saat ini merupakan bagian dari Generasi Z yang tumbuh dalam lingkungan sosial, teknologi, dan budaya yang berbeda dengan generasi sebelumnya.

“Sekarang gap antar generasi itu luar biasa. Antara kami yang dosen dan mahasiswa yang mayoritas adalah Gen Z,” tuturnya.

Menurut Dokter Atok, kondisi tersebut menuntut adanya upaya revitalisasi. Penguatan nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah dan semangat ke-NU-an di kampus perlu terus menemukan bentuk yang relevan bagi generasi mahasiswa saat ini.

Semangat revitalisasi tersebut dinilai penting karena Universitas Airlangga memiliki sekitar 25.000 mahasiswa program sarjana. Jumlah tersebut membuat lingkungan kampus menjadi ruang strategis bagi proses kaderisasi dan pengembangan nilai-nilai keislaman serta kebangsaan di kalangan generasi muda.

Dalam konteks itu, KMNU UNAIR diharapkan tidak hanya menjadi wadah berhimpun mahasiswa Nahdliyin. Organisasi tersebut juga diharapkan mampu mengambil peran sebagai “agent of change” NU di kampus Airlangga.

Dokter Atok juga melihat perkembangan keberadaan KMNU di Masjid Ulul Albab sebagai sesuatu yang positif. Masjid tersebut menjadi lokasi pelaksanaan Daurah X Harlah KMNU UNAIR 2026.

“Masjid Ulul Albab sekarang berarti sudah terwarnai KMNU. Ini bagus jika dibandingkan dengan pengalaman saya ketika masih menjadi mahasiswa. Saya sejak kuliah 1995 tidak pernah masuk radar. Ini menarik,” katanya.

Keberadaan KMNU di Masjid Ulul Albab diharapkan dapat menjadi ruang yang lebih luas untuk pembinaan mahasiswa, penguatan tradisi keilmuan, serta pengembangan Aswaja An-Nahdliyah di lingkungan akademik.

Dalam forum tersebut, Dokter Atok juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan generasi muda Nahdliyin dengan tradisi keilmuan yang diwariskan para ulama pendiri Nahdlatul Ulama.

Ia mengatakan, siapa pun yang berada dalam lingkungan NU pada hakikatnya merupakan bagian dari mata rantai keilmuan para ulama, termasuk KH Hasyim Asy’ari sebagai salah satu muassis Nahdlatul Ulama.

“Kita semua adalah santrinya Mbah Hasyim. Dan mudah-mudahan mendapatkan barokah Masyayikh,” ujarnya.

Dokter Atok menyampaikan pernyataan tersebut dengan kerendahan hati. Ia mengaku sebenarnya merasa sungkan karena dirinya pun masih membutuhkan mauidoh hasanah dari para guru.

“Saya agak sungkan karena pada dasarnya saya sendiri butuh dapat mau’idoh hasanah. Ini kok malah ngasi,” katanya.

Ia juga menegaskan sikapnya untuk tetap menghormati para guru yang hadir dalam kegiatan tersebut.

“Kapasitas ilmu saya biasa. Maka izinkan saya di bawah. Nggak berani duduk di atas. Kurang adab nantinya pada para guru saya yang hadir,” ujar Dokter Atok.

Pesan mengenai hubungan dengan para muassis NU juga disampaikan Dewan Pembina KMNU UNAIR, Ahmad Syauqi, S.Hum., M.Si. Menurut dia, jabatan dan posisi seseorang dalam berbagai lembaga NU pada akhirnya harus ditempatkan sebagai bentuk pengabdian atau khidmah.

“Kita semua apapun latar jabatan kita di semua lembaga NU adalah khadim Mbah Hasyim Asy’ari dan muassis NU,” kata Ahmad Syauqi.

Menurut Ahmad Syauqi, cara pandang tersebut penting untuk menjaga agar jabatan di lingkungan NU tidak dipahami semata-mata sebagai kedudukan struktural. Setiap posisi mengandung amanah untuk meneruskan perjuangan dan nilai yang diwariskan para pendiri NU.

Daurah X Harlah KMNU UNAIR 2026 karena itu diharapkan menjadi lebih dari sekadar kegiatan peringatan hari lahir organisasi. Momentum tersebut diharapkan menjadi bagian dari proses mempertemukan pengalaman generasi sebelumnya dengan karakter dan energi mahasiswa generasi baru.

Bagi KMNU UNAIR, tantangannya adalah bagaimana menjaga kesinambungan tradisi Aswaja An-Nahdliyah sekaligus membuatnya tetap relevan bagi mahasiswa yang hidup dalam lingkungan akademik dan sosial yang terus berubah.

Dokter Atok berharap kegiatan yang berlangsung di Masjid Ulul Albab tersebut dapat menjadi awal dari proses revitalisasi yang lebih berkelanjutan di Universitas Airlangga.

“Semoga dengan Daurah KMNU dan Harlah di Masjid Ulul Albab jadi tonggak semangat revitalisasi Aswaja An-Nahdliyah ke depannya di UNAIR,” pungkasnya.

Kegiatan Daurah X Harlah KMNU Unair 2026 yang merupakan rangkaian momen Harlah ke-11 ini, menempatkan isu regenerasi sebagai bagian penting dari pembicaraan tentang masa depan Aswaja An-Nahdliyah di kampus. Di tengah jarak antar generasi yang semakin terasa, upaya membangun dialog dan kesinambungan tradisi menjadi pekerjaan bersama agar nilai-nilai yang diwariskan para muassis NU tetap memiliki ruang dalam kehidupan generasi muda. (*/kmnu unair)

Iklan.

You Might Also Like

Setiap Kamis, Remas-GenZI Masjid Al-Akbar Surabaya Adakan Majelis Sholawat Al-Akbar

Mahasiswa Unusa Ciptakan Smartfoam, Pembersih Sepatu Berbahan Limbah Kulit Buah

Ingin Raih Dua Mimpi, Pemain Persebaya itu Kini Jadi Mahasiswa FK Unusa

Maulid Nabi, Remas-GenZI Masjid Al-Akbar Ganti Kepengurusan untuk Periode 2026-2027

KKN Universitas Bondowoso Cegah Pernikahan Dini di kalangan Pelajar

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Merayakan Al-Qur’an, Menghidupkannya

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Merayakan Al-Qur’an, Menghidupkannya
Kolom
Yayasan Alifya Bondowoso: Maulid Nabi Penguat Akhlak dan Karakter Siswa Sejak Dini
Sospol
Majelis Alumni IPNU Madiun Minta Meninggalnya Serda Ahmad Muzammul Diusut Transparan
Uncategorized
Gus Fahrur: Gus Firjaun yang Saya Kenal
Gus File

You Might also Like

Milenial

Gus Mujab: FOMO bisa membuat lalai diri sendiri, umur, dan akhirat

17/08/2026
Milenial

80 Remaja Madjid se-Jatim Ikuti Pelatihan Bisnis Syariah DMI-Demasindo

15/08/2026
Milenial

Bullying Bukan Sekadar Candaan, KKN 02 UNIBO dan Polsek Tlogosari Edukasi Siswa MTs Miftahul Ulum 2 Bondowoso

13/08/2026
Milenial

Seorang Siswa MI Masjid Al-Akbar Surabaya Hafalkan 10 Juz Al-Qur’an

05/08/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?