Harmoni, Kolaborasi, Inovasi

KH Abdussalam Shohib
Bagikan yuk..!

Oleh KH Abdussalam Shohib*)

Malam hari ini kita berkumpul di bawah Tugu Pahlawan, prasasti yang begitu gagah, sebagai penanda perjuangan rakyat, ulama, dan tentara membebaskan Negara tercinta dari penjajahan selama 3,5 abad.

Tidak jauh dari tempat ini, tepatnya di Bubutan, Kebondalem, dan Langgar Gipo, hampir 100 tahun yang lalu dalam hitungan Hijriah, para ulama bermusyawarah, istikharah dan bermunajat, yang menjadi embrio lahirmya jamiyyah yang kita cintai dan kita banggakan: Nahdlatul Ulama.

Inilah alasan ketika pagi tadi, kami melakukan napak tilas dengan khataman Quran, santunan, istighotsah di Bubutan dan sekitarnya, serta malam hari ini kita berkumpul di tempat ini, karena sejarah selalu menyimpan pelajaran, teladan, dan pengetahuan yang dalam dan luas.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Abdurrahman bin Khaldun, antropolog Islam abad pertengahan dalam kitabnya Muqoddimah Tarikh Ibni Kholdun: ان فى التاريخ ابلغ علم ( Artinya: Sesungguhnya dalam sejarah banyak terkandung ilmu).

Masyayikh, Forkopimda serta warga NU yang berbahagia,

Perjalanan 100 Tahun atau Satu Abad merupakan pertanda dari perubahan peradaban, perubahan gaya hidup, dan pembaharuan dalam mengenalkan Islam sebagai Agama, sebagaimana tersirat dalam sabda dan pesan suci Baginda Nabi Muhammad SAW: ان الله يبعث لهذه الامة فى رأس كل مائة سنة من يجدد لها دينها (Artinya: Sesungguhnya Allah mengutus untuk umat ini, pada setiap akhir seratus tahun, orang yang memperbaharui untuk umat agama mereka, Red)

Dengan landasan inilah PWNU Jawa Timur mengusung narasi bernas dalam memperingati Satu Abad NU: NU dari Pesantren untuk Peradaban dan Perdamaian Dunia. Khusus pada event kick-off malam ini, kami mengambil tema: Harmoni, Kolaborasi, Inovasi.

Dengan harmoni, stabilitas keamanan negeri yang kita cintai ini akan terjaga.

Dengan harmoni, kita warga Negara Indonesia akan tenang melakukan ritual keagamaan. Dengan harmoni, kita warga NU akan melaksanakan Apel Kader di Gresik pada tanggal 10 November 2022 dan Istighotsah Kubro Satu Juta Nahdliyin di Sidoarjo pada tanggal 12 Pebruari 2023 dengan tenang, aman, nyaman dan damai.

Harmoni malam hari ini kita visualisasikan dengan penampilan paduan suara Polrestabes Surabaya yang personelnya dari lintas agama dan barongsai dari Kelenteng Boen Bio Kapasan.

Kolaborasi adalah kemauan untuk menjaga kebersamaan, kekompakan dan saling pengertian. Kolaborasi menumbuhkan simpati dan empati kepada sesama serta menyadarkan kita manusia adalah mahluk sosial. Kolaborasi akan menjadikan kita semakin kuat dan kokoh sebagai bangsa.

Malam hari ini telah kita saksikan kolaborasi TNI dan Polri dalam membaca Alquran dan saritilawa. Dan setelah ini akan kita saksikan kolaborasi pembacaan puisi oleh ketua PWNU, PW Muhammadiyah, MUI Jatim.

Warga Jawa Timur yang berbahagia. Perubahan adalah keniscayaan, menjadi manusia yang kreatif, adaptatif serta inovatif merupakan kebutuhan. Menjaga norma, akhlak, nilai-nilai mulia yang diwariskan oleh para pendahulu adalah sebuah keharusan. Sungguh tepat apa yang didawuhkan ulama Nusantara Syaikh Muhammad Nawawi bin Umar Al Bantani: Orang bijak mampu merespon perubahan zaman dengan arif, kreatif, dan inovatif.

Sebentar lagi, akan kita lihat karya busana dari desainer NU yann akan diperagakan oleh model profesional dan setengah profesional (Gus dan Ning serta Forkopimda). Bukan untuk menyaingi Citayam Fashion Week yang sedang booming, tapi untuk memberi teladan bagaiman kita menyalurkan hobi, berkreasi tanpa mengganggu keseimbangan sosial di lingkungan sekitar kita.

Untuk mengenalkan nilai-nilai pesantren yang agung kepada generasi penerus, generasi milenial dan gen Z dengan cara mereka, perkenankan kami mempersembahkan konser Goes to Campus yang rencana akan kita laksanakan tanggal 20 November 2022 di Dome Unesa Surabaya yang akan menampilkan Deny Caknan, Sabrang Letto feat Five G (Gawagisul Khomsah), Lima Gus, yang flamboyan dan kharismatis serta idola kita Semua (Gus Haris Genggong, Gus Reza Lirboyo, Gus Kautsar Ploso, Lora Karror Bangkalan, dan Gus Amak Pasuruan).

Kami panitia Satu Abad wabil khusus bidang Kick-off dan napak tilas, berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah ikut mensupport acara hari ini. Khususnya, kepada Ibu Gubernur, Wali Kota, dan Kapolrestabes. Demikian sambutan yang bisa saya sampaikan. Terima kasih. (*)

*) Wakil Ketua PWNU Jawa Timur
*) Pengasuh Pondok Pesantren Denanyar, Jombang, Jawa Timur
*) Ketua panitia “kick-off” Harlah Satu Abad NU Jatim, 28 Juli 2022
*) Cucu KH Bisri Syansuri, salah seorang muassis NU
*) Sumber: Pidato KH Abdussalam Shohib saat membuka Kick-off Satu Abad NU Jatim di Tugu Pahlawan, Surabaya, Kamis (28/7/2022) malam.

BeritaTerkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.