By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: FKPT Jatim Ungkap Fenomena Intoleransi Kekinian ala Hijrah di hadapan Para Guru
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > FKPT Jatim Ungkap Fenomena Intoleransi Kekinian ala Hijrah di hadapan Para Guru
Sospol

FKPT Jatim Ungkap Fenomena Intoleransi Kekinian ala Hijrah di hadapan Para Guru

06/06/2024 Sospol
SHARE

Pamekasan, radar96.com – Gurubesar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Husniyatus Salamah Zainiyati, mengatakan, muncul tafsir tentang makna hijrah yang justru menyimpang dari tuntunan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam (SAW).

“Sekarang muncul gerakan hijrah, tapi justru implementasi maknanya jauh dari ajaran Nabi Muhammad SAW, sebagai panutan umat Islam. Karena gerakan hijrah, kok justru menjadikan komunitas Muslim tertutup, eksklusif,” tutur Guru Besar Ilmu Pendidikan UINSA itu dalam kegiatan “Sosialisasi Membangun Sinergi untuk Melindungi Anak Bangsa dari Bahaya Intoleransi, dan Radikalisme”, di gedung Bakorwil Pamekasan, Kamis.

Wujud nyata gerakan hijrah ini, terlihat dari adanya kelompok hijrah, busana hijrah, kampung hijrah, bentuk-bentuk performans yang mencitrakan watak eksklusif di masyarakat.

Hijrah yang diajarkan Islam, menurut Prof Titik, panggilan akrab Husniyatus Salamah Zainiyati, justru menjadikan masyarakat terbuka dan penuh toleransi serta menghargai perbedaan, baik perbedaan agama, keyakinan dan warna kulit.

Hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah, justru melahirkan toleransi dan hidup rukun dan harmonis.

“Nah, bila suatu komunitas masyarakat bersikap tertutup cenderung kurang toleran alias intoleransi. Merasa benar sendiri dan menganggap pihak lain salah, ” tuturnya dalam acara yang digelar Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur, yang juga didukung Bakesbangpol Pemprov Jatim itu.

Di sinilah Nabi Shallallahu alaihi Wassalam menyatakan bahwa identitas ketakwaan atau Islam itulah satu-satunya identitas yang ada.

Kegiatan yang diikuti para guru, dari guru SD, SMP hingga SMA, se-Madura Raya, dihadiri Ketua FKPT Jatim Prof Dr Hj Hesti Armiwulan SH MHum dan dibuka Kepala Bakorwil Pamekasan, Sufi Agustin, yang dimoderatori Hj Faridatul Hanum MKom, Kabid Perempuan dan Anak FKPT Jatim.

Tampil sebagai pembicara Prof DR Husniyatus Salamah Zainiyati, Guru Besar Ilmu Pendidikan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) dengan topik “Aksentuasi Moderasi Beragama di Lembaga Pendidikan: Strategi Pembelajaran dalam Menangkal Radikalisme dan Mewujudkan Sekolah Ramah Anak “.
Pada bagian lain, diungkapkan, faktor munculnya radikalisme terdiri dari dua faktor. Pertama, faktor internal: adanya penyimpangan norma-norma agama yang dianggap sekuler dalam kehidupan masyarakat sehingga mendorong untuk kembali pada otentitas agama yang bersifat kaku dalam memahami teks-teks agama. Kedua, faktor eksternal: yang mendukung terhadap penerapan dogma agama dalam sendi-sendi kehidupan.

Pencegahan di Masyarakat

Selain Prof Titik, panggilan akrab Husniyatus Salamah Zainiyati, tampil pembicara Doni Nugroho Susanto dari Bakesbangpol Pemprov Jatim. Dijelaskannya, penanganan radikalisme memang perlu kesadaran literasi yang tolerans.

Memang sikap intoleran dan radikalisme cenderung muncul dari media sosial. Bila tidak paham soal suatu masalah, harusnya kita bertanya pada ahlinya. Sehingga kita tidak langsung begitu saja disebarkan di medsos.

Upaya-upaya pencegahan terus menerus dilakukan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur, dengan berbagai langkah strategi. Terutama ditujukan bagi anak-anak dan remaja, dan kaum perempuan, yang rentan terhadap bahaya intoleransi dan radikalisme.

“Kali ini, kami mengajak para guru sebagai agen penting dalam menyampaikan isu-isu yang berkembang di masyarakat, untuk melindungi anak bangsa dari bahaya radikalisme dan terorisme, ” tutur Ketua FKPT Jatim, Prof DR Hj Hesti Armiwulan SH MHum.

Sebelumnya, Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Jawa Timur bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggelar Gembira Beragama di Pendopo Agung Kabupaten Sumenep, Rabu 5 Juni 2024. Tajuk “Gembira Beragama” singkatan dari Gerakan Muda Bangga Bernegara dan Beragama.

Dalam kegiatan ini, menghadirkan pembicara Prof Andi Faisal Bakti, MA PhD (Gurubesar UIN Syarif Hidayatullah), Syaiful Rachman dari BNPT dan Bupati Sumenep Achmad Fausi SH MH. (*/pna)

Iklan.

You Might Also Like

Kepengurusan Baru 2026–2031, PKB Bondowoso libatkan ulama, pengasuh pesantren, kader senior, tokoh perempuan, pemuda, dan profesional

Sekum PKC PMII Jatim: Jabatan Bukan Tameng Dugaan Korupsi

Cegah Diabetes dan Hipertensi, Mahasiswa KKN UIN KHAS Jember Gelar Pemeriksaan Kesehatan Lansia

Nasim Khan DPR RI Minta Transformasi PTPN Berpihak pada Karyawan dan Industri Hilir

Pemkab Bondowoso Batasi Kendaraan Berat Melintas di Jembatan Koncer akibat indikasi penurunan

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Terobosan Besar dalam Publikasi Ilmiah Nasional, Dua Jurnal Arjunu Terindeks Scopus Q3 dan Q4
Next Article Prof Mas’ud Said: Syukuri Indonesia yang damai, rukun, dan dermawan

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Produk OPOP Perluas Jejaring Usaha dalam Misi Dagang Jatim-Riau
Ekraf
Kepengurusan Baru 2026–2031, PKB Bondowoso libatkan ulama, pengasuh pesantren, kader senior, tokoh perempuan, pemuda, dan profesional
Sospol
Sekum PKC PMII Jatim: Jabatan Bukan Tameng Dugaan Korupsi
Sospol
Politik Kebangsaan: Warisan Para Muassis NU
Kolom Opini

You Might also Like

Sospol

Ingatkan Pemkab Bondowoso, DPRD: Jangan Tunggu Kekeringan Semakin Parah, Baru Bertindak

07/07/2026
Sospol

Terima Angkatan Pertama 10 Mahasiswa PPDS Paru dan Obstetri-Ginekologi

07/07/2026
Sospol

310 Guru SD dan SMP Ikuti Pelatihan AI di Unusa

07/07/2026
Sospol

Santunan dan Petualangan Sejarah, Pengalaman Baru Anak Yatim di Malang

06/07/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?