By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Dewan Kesenian Bagian Spesifik dari Kebudayaan 
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Kolom > Dewan Kesenian Bagian Spesifik dari Kebudayaan 
Kolom

Dewan Kesenian Bagian Spesifik dari Kebudayaan 

14/05/2026 Kolom
SHARE

Oleh Nonot S mono *)

Dewan Kesenian lebih spesifik dari Dewan Kebudayaan karena “kesenian” itu irisan kecil dari “kebudayaan”.    Dewan Kesenian adalah “jantung” kreativitas estetika, sedangkan Dewan Kebudayaan adalah “kepala” yang mengatur seluruh ekosistem kebudayaan yang lebih luas.  

Gampangnya begini: 

1. Beda Cakupan: Kolam vs Samudra 

Dewan Kesenian Dewan Kebudayaan 
Fokus: Produk ekspresi estetik Fokus: Seluruh cara hidup manusia 
Urusannya: Teater, tari, musik,     sastra, film, seni rupa, ludruk, wayang Urusannya: Kesenian,bahasa, adat, kuliner, cagar                                                                                     budaya, museum,tradisi lisan, pakaian, arsitektur, nilai Arek, manuskrip, komunitas adat  
Target: Seniman dan karya seni Target: Seniman, budayawan, arkeolog, koki, empu       batik,juru kunci, warga biasa  
Analogi: DK itu ngurusi “ikan” di kolam Analogi: Dewan Kebudayaan ngurusi “seluruh ekosistem laut” dari ikan, karang, arus, sampai nelayannya.  
  

2. Beda “Ruh” dan Cara Kerja 

–  Dewan Kesenian itu spesifik karena: 

1. Kerjanya kuratorial: Tugasnya milih, ngebina, mengkritik karya seni. Ada dewan juri, ada diskusi sastra, ada workshop naskah. Ukurannya mutu estetik. 

2. Basisnya seniman: Anggota DK harusnya seniman aktif. Mereka ngerti panggung butuh lampu berapa watt, naskah bagus itu kayak apa, kenapa ludruk pakemnya gini. 

3. Outputnya karya: Tolak ukurnya lahir pentas bagus, buku keren, film juara, maestro baru. 

–  Dewan Kebudayaan itu luas karena: 

1. Kerjanya manajerial: Ngurus pendataan cagar budaya, revitalisasi kampung lawas,festival kuliner, promosi wisata. Ukurannya dampak ekonomi & pelestarian. 

2. Basisnya banyak pihak: Isinya campuran seniman, akademisi, birokrat, pengusaha wisata, tokoh adat. Rawan rebutan suara. 

3. Outputnya ekosistem: Tolak ukurnya indeks kebudayaan, jumlah kunjungan museum,PAD dari sektor budaya. 

3. Kenapa Spesifik Itu Penting? 

  Ini nyambung sama “kemunduran fisik” yang kamu takutin tadi. 

   Kalau DK dilebur jadi Dewan Kebudayaan tanpa pengaman, risikonya: 

1. Seniman kelelep: Anggaran & perhatian ketarik buat urus cagar budaya & kuliner karena KPI-nya lebih gampang. Bikin festival rujak cingur lebih gampang viral daripada biayain riset naskah teater 1 tahun. 

2. Standar mutu kabur: Dewan Y nggak bisa sedetail DKS buat bedain mana tari Remo yang pakem, mana yang cuma buat TikTok. Akhirnya semua dianggap “budaya”. Good art  vs bad art jadi nggak penting. 

3. Rumah seniman hilang: DK itu tempat seniman ngadu, berantem gagasan, minta rekomendasi. Kalau dilebur, seniman teater harus antre bareng pedagang semanggi buat ngomong sama “Dewan”. 

Renaissance Eropa dulu lahir dari spesialisasi. Ada Academy of Art, ada Guild of Writers, Nggak dilebur jadi “Dewan Peradaban” saja. Karena ngurus pelukis beda skill-nya sama ngurus tukang batu. 

Jadi bukan berarti Dewan Kebudayaan buruk.Tapi kalau mau bener, strukturnya harus gini: Dewan Kebudayaan   Payung gede, di dalamnya tetap ada Dewan Kesenian yang otonom ngurus seniman. Ada juga Dewan Warisan, Dewan Bahasa, Dewan Kuliner, dll. 

Seperti di tubuh manusia: Ada kepala, tapi jantung, paru, lambung kerjanya spesifik sendiri-sendiri. Nggak bisa semua dicampur jadi “Dewan Organ”. 

Kalau cuma “ditransformasi Dewan Kesenian dibubarkan terus semua ditangani satu dewan, ya itu biar keliatan gede, tapi jantungnya malah dicabut. 

*) Penulis adalah Seniman, Praktisi Pendidikan, Budayawan.

Iklan.

You Might Also Like

Sudah Hilangkah Ketauladanan di Tubuh NU?

BERKAH MUKTAMAR DAN MARWAH PESANTREN

WARGA NU DAN KUASA ALGORITMA

MUKTAMAR BERKAH TANPA RISYWAH HASANAH

Dibalik angka 6 + 10 = 17 di Ranah Geopolitik

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Hadiri Harlah Forkom Jurnalis Nahdliyin, PDUF MUI Jatim Berikan Semangat
Next Article PWNU Jatim: Jangan Rekayasa Kasus Dugaan Pencabulan di Pesantren Pagerwojo-Sidoarjo yang sudah Vonis

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

PDIP Jatim: Bulan Bung Karno Momentum Bumikan Ideologi Lewat Kerja Nyata
Uncategorized
“Liga Kampung Bung Karno” Disiapkan PDIP Bondowoso Jadi Kawah Candradimuka Pesepak Bola Muda
Sospol
Sambut Dies Natalis ke-13 Unusa Luncurkan Sekolah Manajemen dan Kesehatan Berkelanjutan
Nahdliyyin
Pesantren Krapak Mayong Muliakan Anak Yatim di Hari Asyuro
Nahdliyyin

You Might also Like

Kolom

Tahun Baru Islam 2026, ada “FishTech” di Masjid Al-Akbar, Apa Itu?!

14/06/2026
Kolom

Membangun Citra Pesantren: Sinergi Kinerja Alumni, Kharisma Kiai dan Tatakelola Manajemen Modern

21/05/2026
Kolom

Muktamar NU: Menjaga Sang Pendiri NKRI dari Intervensi

20/05/2026
KolomUncategorized

Konversi Energi Kedua Republik Indonesia: Amanat Penderitaan Rakyat Madura

13/05/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?