Bondowoso, radar96.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso kembali melakukan penyegaran birokrasi melalui pelantikan dan pengambilan sumpah/janji 41 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam jabatan administrator dan pengawas. Langkah tersebut menjadi bagian dari penataan organisasi untuk memperkuat kinerja pemerintahan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.
Pelantikan yang dipimpin langsung Bupati Bondowoso Dr. KH. Abdul Hamid Wahid, M.Ag. pada Kamis (9/7) itu diwarnai rotasi, mutasi, dan promosi jabatan pada sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, hingga kelurahan.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa mutasi, rotasi, maupun promosi merupakan hal yang lazim dalam birokrasi. Seluruh proses dilakukan secara objektif berdasarkan kebutuhan organisasi dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Menurutnya, jabatan bukanlah hak yang melekat pada seseorang, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Jabatan bukanlah hak pribadi, melainkan amanah dan ruang pengabdian. Saya berharap seluruh pejabat yang dilantik segera beradaptasi, memahami tugas dan tanggung jawabnya, serta menunjukkan kinerja nyata bagi masyarakat,” tegas Abdul Hamid Wahid.
Ia menjelaskan, pejabat administrator dan pengawas memiliki peran strategis sebagai penggerak birokrasi dalam mewujudkan visi Bondowoso “Berkah” (Berkualitas, Akseleratif, dan Holistik). Karena itu, seluruh pejabat diminta bekerja secara profesional dan mampu menjawab tantangan pelayanan publik yang semakin kompleks.
Bupati menitipkan lima pesan kepada seluruh pejabat yang baru dilantik. Pertama, menjaga integritas dalam setiap pelaksanaan tugas. Kedua, terus meningkatkan kinerja dan produktivitas. Ketiga, membangun kolaborasi yang kuat antarlembaga dan perangkat daerah. Keempat, menghadirkan pelayanan publik yang cepat, responsif, dan solutif. Kelima, meningkatkan kompetensi agar mampu mengikuti perkembangan teknologi dan digitalisasi birokrasi.
Selain itu, ia meminta seluruh kepala perangkat daerah memberikan pembinaan kepada pejabat yang baru dilantik agar proses adaptasi berjalan cepat dan tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat.
Bupati juga mengingatkan agar promosi jabatan tidak dimaknai sebagai prestise semata, sedangkan pejabat yang dimutasi diminta tetap bekerja dengan semangat yang sama.
“Yang mendapat promosi jangan jumawa, sementara yang dimutasi tidak perlu berkecil hati. Ukuran keberhasilan bukan pada jabatan yang diduduki, tetapi seberapa besar manfaat yang diberikan kepada masyarakat,” ujarnya.
Pelantikan tersebut mencakup berbagai jabatan strategis di lingkungan Pemkab Bondowoso, mulai dari sekretaris perangkat daerah, kepala bidang, camat, lurah, sekretaris kecamatan, kepala seksi, kepala UPT, hingga pejabat pengawas pada sejumlah dinas.
Beberapa pejabat yang dilantik antara lain Sigit Dwiwahju Banendro sebagai Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), Dina Damayanti sebagai Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah Bapperida, Yudhi Firmansyah sebagai Inspektur Pembantu Investigasi dan Reformasi Birokrasi pada Inspektorat, Abdul Manan sebagai Sekretaris Satpol PP, Rifky Hariady sebagai Camat Tegalampel, Diaz Zulkarnain Baroqies sebagai Camat Ijen, Yoyok Jalu Santoso sebagai Kepala Bagian Tata Pemerintahan dan Kerja Sama Setda, serta Yuhyi Fahyudi sebagai Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
Selain itu, puluhan pejabat lainnya juga mengisi jabatan strategis pada Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, BPBD, Dinas Pariwisata, Dispendukcapil, kecamatan, kelurahan, hingga Satpol PP.
Secara keseluruhan, sebanyak 41 pejabat administrator dan pengawas resmi menempati posisi baru berdasarkan keputusan Bupati Bondowoso. Pemerintah daerah berharap penyegaran ini mampu mempercepat reformasi birokrasi, memperkuat tata kelola pemerintahan, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin profesional, adaptif, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. (*/Rif)



