Surabaya, radar96.com – Pengurus Wilayah (PW) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Timur mencetak dai muda dari remaja hingga sahabat disabilitas melalui Pelatihan Retorika Dakwah Remaja Masjid.
“Kami berkomitmen menghadirkan dakwah yang ramah, inklusif, dan dapat diakses oleh semua kalangan, karena itu kami adakan Pelatihan Retorika Dakwah Remaja Masjid yang tahap pertama di Masjid Al-Jihad Surabaya pada 4 Juli 2026,” kata Ketua Departemen Dakwah PW DMI Jatim Dr KHA Syukron Djazilan di Surabaya, Jumat.

Ia menjelaskan kegiatan ini menjadi ruang pembinaan bagi generasi muda untuk mengasah kemampuan berdakwah, sekaligus menegaskan bahwa jalan dakwah terbuka bagi siapa pun, termasuk Sahabat disabilitas.
Saat membuka pelatihan di Al-Jihad itu, Ketua PW DMI Provinsi Jawa Timur, Dr. KH. Sujak, M.Ag, menegaskan pentingnya masjid sebagai pusat dakwah, dan perlunya kader-kader dai muda yang mampu menyampaikan pesan Islam dengan santun, menyejukkan serta menyesuaikan dengan perubahan zaman yang serba digital.
“Masjid harus menjadi rumah bersama yang memberi kesempatan kepada seluruh generasi muda untuk tumbuh dan berkontribusi dalam syiar Islam,” kata Sudjak.
Menurut Syukron, pelatihan diikuti sebanyak 100 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur yang terdiri atas remaja masjid putra dan putri serta perwakilan Sahabat disabilitas.
“Kehadiran peserta disabilitas menjadi wujud nyata komitmen PW DMI Jawa Timur dalam membangun dakwah yang inklusif,” kata Syukron.
Untuk memastikan seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan secara optimal, panitia juga menghadirkan juru bahasa isyarat (JBI) selama pelatihan berlangsung.
Pemateri pelatihan antara lain Dr. KHA. Syukron Jazilan, Dr. Uji Nurul Hidayati, dan Prof. Kamal Yusuf yang turut memotivasi para peserta, sedangkan panitia antara lain Dewi Ngaisah, M.Pd, Nur khosi’ah, dan KH. Choliq Idris, beserta tim.
Para narasumber tidak hanya membekali peserta dengan teori mengenai retorika dakwah, teknik komunikasi publik, dan penyusunan materi ceramah yang efektif, tetapi juga mengajak peserta untuk mempraktikkan secara langsung kemampuan berpidato di hadapan forum.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif ketika setiap peserta memperoleh kesempatan tampil menyampaikan pidato dakwah. Penampilan mereka disimak secara langsung oleh Dr. KHA. Syukron Jazilan, yang memberikan evaluasi, masukan, serta motivasi agar para peserta semakin percaya diri dan mampu menjadi dai muda yang komunikatif, berwawasan, dan berakhlakul karimah.
“Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya generasi pendakwah muda yang mampu menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat yang terbuka bagi semua. Kehadiran remaja Sahabat disabilitas dalam kegiatan ini menegaskan bahwa dakwah tidak mengenal sekat. Setiap pemuda memiliki kesempatan yang sama untuk menyampaikan nilai-nilai Islam yang membawa rahmat, kedamaian, dan kemaslahatan,” kata Syukron.
Melalui kegiatan ini, PW DMI Jawa Timur ingin menegaskan bahwa masjid adalah ruang inklusif yang merangkul seluruh elemen masyarakat. Dengan membuka akses dan kesempatan yang setara bagi remaja, termasuk Sahabat disabilitas, diharapkan lahir dai-dai muda yang tidak hanya cakap dalam bertutur, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam menyebarkan Islam yang ramah, moderat, dan penuh kasih sayang. (*/dmi)



